Google

Memuat...

Selasa, 21 Juli 2009

Pentingnya Makanan Pendamping untuk Bayi

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Air Susu Ibu (ASI) menjadi makanan utama bayi hingga usia 6 bulan. Saat usia 1 tahun ke atas susu hanyalah makanan pelengkap saja bukan menjadi makanan utama lagi.

Setelah satu tahun ke atas kebutuhan gizi sang bayi sudah tidak bisa dipenuhi oleh ASI saja, sehingga dibutuhkan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi sang bayi.

"Pada saat pemberian makan bayi bukan hanya memenuhi kebutuhan zat gizinya saja tapi juga memberikan pendidikan pada bayi dalam hal disiplin dalam jam makan, pendidikan memilih makanan bergizi, pendidikan dalam hal pembinaan selera serta memberikan psikologis pada bayi berupa kepuasan," ujar dr Sri S Nasar, SpA(K) di acara road show 'Mobi Nutri SGM' di Wisma Perjalanan Haji Indonesia, Cempaka Putih, Jakarta, selasa (21/7/2009).

Kebutuhan nutrisi yang penting untuk bayi adalah adanya sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan dilengkapi dengan susu. Dan dalam hal pemberian makan pada bayi harus diciptakan lingkungan yang menyenangkan baik secara fisik maupun emosional.

"Untuk mendapatkan bayi yang sehat dibutuhkan persiapan sejak sebelum

menikah, dengan menjaga dan memeriksa kesehatan secara dini untuk mengetahui apakah memiliki riwayat penyakit turunan atau tidak, lalu masa prakehamilan, masa kehamilan dan masa bayi atau batita atau balita," ujar dr Sri.

Dalam proses tumbuh kembang balita selain nutrisi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan seperti biologik, fisik, psikologi, dan sosial budaya. Dan proses ini merupakan proses yang unik dan rumit.

Namun, pada intinya kebutuhan dasar seorang anak adalah:
- Asih yaitu diberikan kasih sayang sejak dalam kandungan dengan cara mengajak ngobrol dan mendengarkan musik pada bayi.
- Asah yaitu diberikan pendidikan sejak usia dini baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
- Asuh yaitu diberikan kebutuhan sandang, pangan, papan dan imunisasinya.

"Nutrisi yang diperlukan oleh bayi adalah nutrisi yang mengandung energi, gizi seimbang, 4 sehat 5 LENGKAP, higienis dan bebas pencemaran, bentuk atau jenis makanan disesuaikan dengan kemampuan bayi serta memberikan ASI eksklusif," ujar dr Sri yang juga sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Metabolik IDAI.

Dalam pemberian makanan pendamping (MP) ASI harus diberikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan makan sang bayi, serta memperhatikan komponen/kandungan nutrisi dan jumlah atau takarannya. Selain itu juga untuk merangsang bayi mengenal berbagai rasa dan aroma.

"Pemberian MP-ASI ini dimulai dengan makanan cair, lalu makanan lunak dan terakhir makanan padat. MP ini bisa berupa jus, biskuit, bubur susu atau nasi tim, sesuai kemampuannya serta diberikan secara konsisten dan bertahap," ujar dr Sri.

Ciri bayi yang sudah siap untuk menerima MP-ASI ditunjukkan dengan adanya kesiapan fisik dan psikologis sang bayi seperti mulai tertarik dengan makanan orang lain terutama yang dimakan oleh ibunya, serta mulai bisa mengecap.

Jadwal pemberian makanan pendamping untuk bayi adalah pada pagi hari berilah bayi susu, lalu jam 10.00 berilah camilan berupa buah atau biskuit, untuk makan siangnya berikan nasi tim saring atau kasar untuk usia 8-9 bulan dan nasi tim saring utuh untuk usia 10-12 bulan, jam 16.00 untuk usia 6-7 bulan diberikan bubur susu sedangkan usia 8 bulan keatas diberikan buah atau biskuit, untuk makan malamnya bisa diberikan nasi tim saring, kasar atau utuh sesuai usianya dan sebelum tidur bayi diberikan susu kembali.

"Bayi memiliki lambung yang kecil sehingga tidak bisa diberi makan terlalu banyak, untuk mensiasatinya berilah bayi makan lebih sering daripada orang dewasa," tambahnya.

health.detik.com

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar