Google

Memuat...

Rabu, 01 Juli 2009

Proses Pembuatan Briket arang kelapa

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Pada awal perkembangannya, kayu adalah sumber bahan bakar yang paling banyak dipakai karena mudah didapat dan sederhana penggunaannya. Namun dewasa ini tekanan terhadap hutan sangatlah berat sehingga mengurangi persediaan kayu sebagai bahan bakar. Untuk itu diperlukan alternatif penggantiannya, dan salah satunya adalah pembuatan briket arang. Dalam upaya pemanfaatan limbah serbuk gergaji, dimana serbuk gergaji merupakan bahan yang masih mengikat energi, oleh karena itu rantai pelepasan energi dimaksud diperpanjang dengan cara memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang.

Manfaat Briket Arang

Dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu penggunaan briket arang dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas elpiji.Dengan memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang maka akan menningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi pencemaran udara, karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar begitu saja.Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat bila pembuatan briket arang ini dikelola dengan baik untuk selanutnya briket arang dijual.Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita berupa serbuk kayu gergajian.

Tempurung kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah atau diolah sebagai arang kelapa tengah dikembangkan menjadi briket. Briket tersebut mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan arang batok.

Pabrik skala usaha mikro, kecil, dan menengah ini berada di naungan kelompok usaha Roda Banting. Proses pengolahan tempurung kelapa menjadi briket ini menggunakan alat hasil rakitan sendiri.

Sekali cetak, alat pembuat briket ini bisa menghasilkan 320 keping briket. Setiap kilogram briket dapat digunakan

untuk memasak sampai enam jam.

Mesin yang digunakan antara lain adalah mesin penghancur arang batok menjadi tepung kasar, mesin penghancur tepung kasar menjadi halus, mesin pencampur dan mesin pencetak briket dalam jumlah besar.

Dari sisi bahan baku, jumlah tempurung kelapa dari Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman sangat banyak.

Saat ini, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman mempunyai areal kelapa 2.863 hektar. Bila tiap hektar terdapat 125 pohon, jumlah pohon semuanya adalah 357.875 dengan total panen per tahun mencapai lebih dari 357 juta biji kelapa. Sementara itu, tempurung kelapa merupakan 12 persen bagian dari setiap butir kelapa.

Dengan semakin sulit dan mahalnya bahan bakar pada masa sekarang, bahan bakar alternatif menjadi pilihan, salah satunya adalah Briket Tempurung Kelapa, dimana bahan baku utamanya adalah tempurung kelapa yang sudah diolah menjadi briket tanpa menggunakan bahan kimia. Briket Tempurung Kelapa ini memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan bahan bakar lainnya.

Cara sederhana membuat briket

Alat dan bahan :

1.
Tempurung kelapa
2.
Tepung kanji
3.
Air
4.
Pipa paralon(bila diperlukan)

Cara membuat :

1.
Tempurung kelapa dibakar sampai hangus, lalu ditumbuk sampai halus dan di ayak dengan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh.
2.
Buat adonan dari tepung kanji (air dengan tepung kanji).
3.
Campur bubuk tempurung kelapa dengan adonan kanji.
4.
Bentuk bola - bola kecil atau masukkan pipa paralon (dicetak agar bentuknya bagus).
5.
Jemur diterik matahari kurang lebih 1 hari(sampai benar - benar kering.

Proses pembuatan briket adalah sebagai berikut :

1.
Pengarangan
Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual (dibakar).
2.
Pengayakan
Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak dengan saringan ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa dengan ukuran 70 mesh.
3.
Pencampuran media
Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 % dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa.
4.
Pencetakan Briket Arang
Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan briket dan dikempa.

arioadhinugroho.com


.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar