Hidup di zaman sekarang sungguh-sungguh harus berhati-hati, terutama pada makanan yang biasa kita makan. Apalagi makanan yang kita beli diluar. Kita tidak tahu bahan-bahan yang dipakai. Sampai-sampai kerupuk yang enak dan gurih pun mengandung zat yang sangat berbahaya. Apalagi kerupuk tersebut di goreng pakai minyak oplosan dari oli bekas…..tambah deh…,
Rata-rata penjual makanan di luar, menggunakan minyak jelantah yang di beli dalam bentuk literan yang lebih murah harganya, ketimbang minyak goreng bermerak yang mahal. Memang tidak mudah mengetahui apakah minyak goreng tersebut oplosan oli bekas atau tidak. Mungkin cara ini dapat sedikit membantu :
- berbau tengik
- berwarna lebih gelap dari minyak goreng asli
- terdapat d Terdapat endapan didasar minyak (berasal dari tepung terigu).
- Pada saat dipanaskan, minyak goreng oplosan tersebut mengeluarkan banyak asap, mengeluarkan bau, ada buih, dan warnanya berubah agak kehitaman.
.::Artikel Menarik Lainnya::.
Kesehatan
- RPP Rokok akan Larang Jual Rokok ke Anak di Bawah 18 Tahun
- Redakan Stres Dengan Latihan Pernafasan
- Cara Membedakan Roti Berpengawet Dengan yang Tidak
- Efek Merokok Setelah Olahraga Bisa Lebih Berbahaya
- Jerawatan? Makan Saja Timun!
- 10 Faktor yang Bikin Pria Mandul
- 6 Gerakan Ringan Agar Selalu Fit di Kantor
- Badan Kekar Tidak Mudah Kena Diabetes
- Yuk, Makan Mangga Biar Sperma Sehat!
- 6 Cara Mudah Kurangi Kelebihan Kalori
- 8 Makanan 'Super' untuk Kesehatan Tubuh Anda
- Tips Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga
- Madu Bina Apiari
- Kopi Bikin Pria Lebih Subur
- Buah dan Sayur Pelawan Kolesterol Jahat
- Anak Batuk Pilek Jangan Diberi Antibiotik
- Ceker Ayam Khasiatnya Mirip dengan Sirip Ikan Hiu
- Daging Kobe Halal Mulai Dipasarkan
- Berjalan 10 Ribu Langkah Cegah Risiko Diabetes
- Ingin Tubuh Lebih Tinggi? Coba Cara Ini
- Gowes Lebih dari 5 Jam per Minggu Turunkan Kualitas Sperma
- Jangan Tinggalkan Sarapan Bila Tak Ingin Botak
- Mentega Turunkan Kualitas Sperma
- 5 Makanan Wajib untuk Wanita
- Jus Jeruk Cegah Darah Tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar