Google

Memuat...

Selasa, 14 Juli 2009

Merokok Menyebabkan Infeksi Bakteri pada Vagina

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Masih belum percaya bahwa rokok bisa merusak setiap sel dalam tubuh Anda? Berikut adalah salah satu berita buruk untuk para wanita yang gemar merokok. Wanita perokok memiliki kemungkinan terkena infeksi bakteri pada vagina dua kali lebih besar ketimbang wanita yang tak merokok. Infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis) merupakan sebuah infeksi yang umum terjadi, tetapi kurang banyak dibicarakan. Gejala bacterial vaginosis (BV) antara lain gatal-gatal di vagina, dan keluarnya cairan berwarna keabuan yang keluar dari vagina dengan bau yang amis.

Marijane A Krohn, Ph D, salah satu profesor bagian reproduksi di University of Pittsburgh School of Medicine mengatakan, BV mulai menyerang vagina ketika sistem perlindungan alaminya terganggu. Ketika ini terjadi, maka bakteri yang selalu ada di sekitar vagina tersebut berkembang di luar kendali. “Merokok nampaknya membuat sistem kekebalan vagina menurun,” ungkap Krohn yang memberi ilustrasi, seperti polisi perbatasan yang sedang mabuk.

Seperti infeksi vagina lainnya, BV yang tak diobati bisa

meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual. Tak hanya itu, ketika Anda terkena penyakit menular seksual, plus terkena BV, konsekuensinya malah lebih parah, misalnya, infertilitas. Ketika hamil terkena BV pun juga bisa mencetus keguguran mendadak, kelahiran prematur, atau membuat bayi yang lahir kekurangan berat badan.

Solusinya? Berhenti merokok adalah hadiah terbaik yang bisa Anda berikan untuk tubuh sendiri. Bicarakan pada dokter Anda mengenai cara-cara berhenti merokok. Entah itu dengan program tertentu atau dengan bantuan lainnya. Langkah kedua, hindari semprotan pembasuh kelamin karena vagina sebenarnya mampu membersihkan diri sendiri. Menyemprot vagina dengan pembasuh kelamin bisa merusak keseimbangan iklim di daerah vagina, dan meningkatkan risiko terkena BV. Ketika BV menyerang, Anda mungkin butuh dua minggu pengobatan dengan antibiotik dari resep dokter untuk mengatasinya, dan lakukan cek rutin setiap sebulan sekali.

NAD
Sumber : self
kompas.com


.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar