Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2010

Ujian Praktek SIM Cukup Pakai Simulator




Jakarta - Bagi para calon pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) bersiaplah karena tahun depan polisi bersiap untuk menerapkan metode mendapatkan SIM yang baru, khususnya ketika ujian praktek dilaksanakan.

Tahun depan kepolisian rencananya akan menguji setiap calon pemilik SIM dengan simulator khusus, bukan lagi dengan mengendarai motor sungguhan seperti yang sekarang ini dilakukan.

"Tahun depan akan pakai simulator. Kami sudah buat simulator khususnya dan siap digunakan," ujar anggota Korlantas Mabes Polri Abdillah di sela-sela pameran Indo Defence, Kemayoran, Jakarta.

Saat ini menurut Abdillah sudah 100 unit alat simulator disebar ke daerah
percontohan dengan rincian 15 unit di Jakarta, 75 unit di Jawa Barat dan 10 unit di Banten.

Alat simulator ini dibuat oleh perusahaan lokal asal Bandung bernama PT Inovasi Teknologi Indonesia. "Komponen kita yang buat, termasuk softwarenya," tambah Airi Adi Wibowo di tempat yang sama.

Simulator ini menurut Abdillah mengadopsi seluruh situasi yang sebenar-benarnya ada di jalan raya. Karena itulah banyak sensor yang ditempatkan di motor simulator seperti di shock, ban dan body.

Pengendara tinggal menaiki motor ini dan mengendarai simulator itu seperti halnya mengendarai motor.

"Sebab setiap gerakan yang dilakukan pengendara akan berefek pula pada motor simulator itu. "Kalau melakukan kesalahan gerakan, motor di layar juga bisa jatuh," jelas Airi.

( syu / ddn )
detik.com

baca selanjutnya »»

Minggu, 04 April 2010

Bisa Tertawa, Robot Jadi Kembaran Manusia

Osaka - Ilmuwan Jepang ingin menunjukkan bahwa robot tak selalu berwajah kaku dan menegangkan, namun juga bisa tersenyum. Bahkan jika tertawa, ia kian mirip dengan manusia.

Geminoid-F, demikian nama robot wanita ini, memang sengaja dibuat oleh para peneliti dengan lebih menunjukkan ekspresi mimik wajah yang lebih 'manusiawi'.

Wajah robot ini tak hanya dibiarkan dengan balutan besi, namun sudah dipercantik oleh kulit yang berasal dari karet elastis. Ia pun siap menyambut orang-orang yang ditemui dengan senyumnya yang menenangkan, alisnya bisa bergerak, sehingga ekspresi wajahnya benar-benar bak seorang gadis muda.

Pembuatan Geminoid-F didasarkan dari seorang model. Dan saat dipamerkan, ia disandingkan dengan 'kembarannya' yang seorang manusia tersebut. Hasilnya? Luar biasa, bak pinang di belah dua. Apalagi ketika pakaian yang mereka gunakan sama.

"Saya seperti memiliki saudara kembar," ujar wanita yang dijadikan model robot tersebut, seperti dikutip detikINET dari AFP, Senin (5/4/2010).

Para ilmuwan yang membesut robot seharga US$ 110.000 (sekitar Rp 1 miliar) ini berharap inovasi mereka dapat digunakan dalam berbagai kegiatan kehidupan. Seperti di rumah sakit atau tempat pelayanan publik. Tugasnya memang bukan untuk pekerjaan berat, namun lebih dari sisi psikologis.


"Kami telah memiliki data yang menunjukkan bahwa robot dapat memberikan pasien rasa aman ketika melihat robot yang tersenyum," ujar Satoko Inoue, juru bicara dari Kokoro, salah satu perusahaan yang turut serta dalam proyek pengembangan robot ini.

"Sebuah teknologi memang bisa berdampak terhadap rasa takut dan hal negatif lainnya. Namun para ilmuwan ini ingin menyentuh sisi emosional manusia dengan ekspresi robot yang tercipta," tukas Hiroshi Ishiguro, profesor dari Universitas Osaka yang memimpin penelitian ini.



( ash / rou )

detik.com


baca selanjutnya »»

Senin, 08 Maret 2010

Mahasiswa ATW Solo Ciptakan Mobil Tenaga Surya Rp 10 Juta

Solo - Sebagai salah satu terobosan penghematan BBM, karya cipta enam mahasiswa Akademi Teknik Warga (ATW) Surakarta ini layak dibicarakan. Mereka membuat mobil mini yang digerakkan dengan sel tenaga panas matahari. Harga seluruh komponen hanya berkisar Rp 10 juta.

Mobil mini dengan panjang 180 cm, lebar 120 cm dan tinggi 150 cm tersebut lebih menyerupai mobil golf.

Namun yang membedakan adalah atapnya berupa dua lempeng solar sel yang digunakan untuk penyerap panas matahari sebagai pengisi energi empat buah accu kering yang dipasang di depan jok tunggal.

Mobil tersebut dirakit dua tahun lalu sebagai tugas akhir enam mahasiswa jurusan elektro ATW Surakarta.

Hasil kreasi mahasiswa itulah salah satu dari karya mahasiswa yang dipamerkan ATW dalam Education Expo di Solo Square, 4 hingga 8 Maret 2010.

Salah seorang dosen ATW yang ikut menjaga stand, Agung Prasetyo, memaparkan bahwa prinsip dan cara kerja mobil tersebut menyerupai cara kerja sepeda listrik.


Mereka memodifikasi sepeda motor listrik menjadi mobil, agar dua keping solar sel penangkap sinar matahari dapat terpasang di bagian atas.

Dua keping solar sel yang masing-masing berdaya 24 watt mengirimkan listrik untuk empat accu kering yang memiliki tegangan listrik 12 volt. Dengan menempatkan lempeng solar sel di bagian atap maka sambil berjalan listrik akan terisi jika cuaca panas.

"Pertimbangan ini karena sejauh ini di Indonesia belum ada medan induksi elektrik di sepanjang jalan. Sebenarnya jika sudah medan induksi elektrik, pengisian energi akan lebih mudah dan hemat. Analoginya seperti HP dengan fasilitas WiFi bisa mengisi daya sendiri tanpa harus melalui charger manual," ujarnya.

Karena mobil tersebut masih sangat sederhana maka hanya bisa dinaiki satu orang saja, untuk menghemat energi. Pada kondisi energi aki penuh dengan satu penumpang, mobil tersebut bisa berjalan 15 kilometer.

"Semua komponen yang dibutuhkan untuk membuat mobil sederhana tersebut hanya dibutuhkan dana sekitar Rp 10 juta. Masih sangat mungkin jika memang akan dikembangkan lebih lanjut," ujar Agung.

( mbr / ddn )

Muchus Budi R.
detik.com
baca selanjutnya »»

Kamis, 08 Oktober 2009

Nyamuk Keok Dengan Gelombang Ultrasonik

Selama ini orang mematikan nyamuk dengan menggunakan insektisida meski ada efek sampinya karena kandungan berbagai zat kimia yang berbahaya. Kini nyamuk bisa dibasmi dengan menggunakan gelombang ultrasonik.

Karena efek negatif penggunaan insektisida maka dibutuhkan solusi pengendalian nyamuk yang lebih aman. Penanganan nyamuk cukup penting karena serangga ini bisa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti demam berdarah (Aedes aegypti), penyakit kaki gajah (Culex quinquefasciatus) dan juga penyakit malaria (Anopheles aconitus).

"Kebanyakan hewan punya kemampuan mendengar yang lebih tinggi dibanding manusia dan tingginya gelombang tersebut menyebabkan terganggunya sistem rangsangan auditori (pendengaran) mereka," ujar pakar entomologi dari FKH IPB, Dr Upik Kesumawati Hadi, MS dalam acara LG Journalist Class Teknologi Ultrasonik Teruji membunuh Nyamuk Demam Berdarah, di Hotel Crowne, Jakarta, Kamis (8/10/2009).

Upik menambahkan pancaran gelombang ultrasonik yang mengenai nyamuk akan mengakibatkan terganggunya antena pada nyamuk yang berfungsi sebagai indera penerima rangsangan, sehingga nyamuk akan merasa tidak nyaman dan terganggu keseimbangannya yang nantinya bisa menyebabkan nyamuk tersebut mati. Hal ini sangat berguna untuk membunuh nyamuk penyebab demam berdarah yang tercatat hingga Juli 2009 telah 77.000 orang terjangkit hampir di seluruh Indonesia.

Dalam melakukan pengujian terhadap kemampuan dari gelombang ultrasonik,
Upik beserta tim melakukan penelitian di Laboratorium Entomologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB mulai dari Juli 2007 hingga tahun 2009 ini. Dalam penelitian ini menggunakan nyamuk Aedes aegypti yang berusia 3 sampai 5 hari, karena pada usia tersebut nyamuk sudah memiliki metabolisme yang optimal.

"Jika usia nyamuk di atas 6 hari metabolismenya sudah menurun, sehingga ditakutkan nyamuk mati bukan karena ultrasonik," ujar pakar Entomologi Kesehatan IPB ini.

Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan persentase nyamuk Aedes aegypti yang mati akibat terkena gelombang ultrasonik 30 kHz sampai 100 kHz selama 24 jam mencapai 74 persen. Dan pancaran gelombang ultrasonik ini bisa mencapai 5 meter.

Dalam penelitian ini juga diuji apakah ultrasonik tersebut bisa berdampak negatif terhadap manusia atau tidak dengan melakukan pengujian biomedis. Pengujian ini menggunakan hewan percobaan monyet berekor panjang (Macaca fascicularis) yang secara filogenik dan fisiologis memiliki kemiripan relatif dengan manusia. Parameter yang diuji adalah perilakunya, hematologi, kimia darah, fungsi jantung dan metabolismenya.

Ternyata tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara monyet yang terkena gelombang ultrasonik dengan monyet yang digunakan sebagai kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa gelombang tersebut tidak berbahaya.

"Sistem tangkap dari gelombang ultrasonik hanya pada auditory (pendengaran) sehingga tidak menggangu sistem tubuh seperti darah atau jantung, sedangkan sensitifitas frekuensi suara yang bisa ditangkap manusia adalah 20 Hz sampai 20 kHz," tambah Upik.

Berdasarkan hasil tersebut maka gelombang ultrasonik cukup efektif untuk membunuh nyamuk terutama Aedes aegypti yang bisa menyebabkan penyakit demam berdarah, dan gelombang ini tidak akan memberikan efek yang buruk terhadap kesehatan manusia.


baca selanjutnya »»

Senin, 17 Agustus 2009

Peneliti UI Kembangkan Ragi Jadi Produk Unggulan

Depok,Para peneliti Universitas Indonesia (UI) menampilkan beberapa riset unggulan di bidang biologi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) di kampus perguruan tinggi itu, Jumat (3/7). Para peneliti UI banyak mengembangkan karya-karya bermanfaat yang berasal dari mikro-organisme asli Indonesia seperti jamur dan ragi (khamir). Saat ini para peneliti UI telah memiliki 2.500 isolat (mikro-organisme) melalui lembaga University of Indonesia Culture Collection (UICC).

Devie Rahmawati, Deputi Direktur Kantor Komunikasi UI dalam siaran persnya menyebutkan, pengembangan ragi sebagai salah satu mikroorganisme Indonesia telah berhasil menjelma menjadi produk-produk unggulan. Menurut Devie, saat ini para peneliti UI yang tergabung dalam UICC telah menemukan solusi untuk dapat memanfaatkan minyak goreng bekas dengan menggunakan mikro-organisme khamir (ragi). Dengan khamir, minyak jenuh tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar (biodiesel).

Selain itu, khamir dapat menguraikan limbah minyak goreng agar tidak berbahaya bagi
mahluk hidup lain di sungai atau laut. Karena minyak goreng memiliki ikatan polimer yang kompleks, bila sisa minyak goreng dibuang ke sungai misalnya, gumpalan minyak goreng tersebut akan menutup sungai hingga menahan oksigen yang masuk ke dalam sungai. Hal ini menyebabkan mahluk hidup lain di sungai akan mati.

Tidak hanya itu, karena kepadatan ikatan polimernya, limbah minyak goreng juga dapat menyebabkan penyumbatan pipa-pipa pembuangan pada rumah tangga dan restoran. Dengan kekuatan khamir, penyumbatan tidak perlu terjadi lagi. Bahkan limbah minyak goreng bekas pakai restoran dan rumah tangga pun dapat diubah menjadi material yang tidak beracun (toksik) sebelum dibuang ke lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena khamir indigenous Indonesia mampu menghasilkan enzim lipase yang dapat menguraikan minyak goreng bekas pakai dari senyawa kompleks (dan lebih toksik) menjadi senyawa yang lebih sederhana dan tidak toksik (beracun).

Penelitian ini dilakukan menggunakan 326 isolat khamir dari mangrove Cagar Alam Pulau Rambut, Cagar Alam Muara Angke dan perairan Teluk Jakarta untuk mendegradasi minyak goreng bekas pakai berulangkali. Kerja lipase dari isolat-isolat potensial dapat mengurangi minyak goreng bekas pakai dari medium fermentasi sekitar 29 hingga 50 persen. Hasil hidrolisis enzim lipase pada minyak goreng bekas pakai memperlihatkan adanya variasi konsentrasi asam lemak jenuh (laurat, palmitat, miristat, stearat) dan tidak jenuh (oleat, linoleat).

Peneliti UI, kata Devie, juga menciptakan pestisidda yang aman untuk dikonsumsi oleh manusia dengan menggunakan ragi. Tidak sebatas aman bagi kesehatan, tapi sekaligus mampu membunuh jamur patogen yang berpeluang tumbuh pada buah dan tanaman. Percobaan telah dilakukan pada buah tomat yang disemprot dengan suspensi sel khamir.

Terbukti khamir mampu mencegah pertumbuhan jamur patogen dan mencegah kebusukan pada buah tersebut (hingga satu bulan tetap segar). Kemampuan khamir tersebut setara dengan peggunaan fungisida sintetik Dithane M-45. Penggunaan khamir sebagai pestisida (biofungisida) merupakan salah satu alternatif yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia serta berpotensi menggantikan fungisida sintetik.

Selain itu, ragi pun dapat diolah menjadi alat sensor racun yang berwujud seperti plat dengan ukuran kurang lebih 4 x 8 cm. Alat sensor ini digunakan untuk mendeteksi logam berat Cuprum (II) pada larutan. Kemampuan deteksi 500-2000 ppm. Biosensor menggunakan khamir ini keunggulannya mampu menganalisa lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan Atomic Analysis Spectrophotometes (AAS). AAS sendiri berukuran sebesar lemari es. Racun yang dapat dideteksi biasanya konsentrasi logam pada instalasi pengolahan limbah industri (sebelum dan setelah pengolahan limbah), dan pengukuran konsentrasi logam di lingkungan.bur

www.republika.co.id

baca selanjutnya »»

LIPI Kembangkan Bioelektrik

BANDUNG -- Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatroik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Telimek LIPI), kembangkan bioelektrik atau sumber energi listrik yang berasal dari limbah organik. "Bahan bakunya menggunakan sampah organik dan kotoran sapi, diubah menjadi energi dalam reaktor. Selain untuk listrik juga bisa jadi bahan bakar kompor elpiji," kata Peneliti P2 Telimek LIPI, Yayat Sudradjat Sumarna di Bandung, Sabtu.

Bioelektrik yang merupakan hasil proses pengolahan biogas itu, memiliki potensi listrik yan cukup besar dan menjadi alternatif bagi masyarakat yan saat ini belum bisa terlayani oleh listrik dari PLN. Sebagai proyek percontohan, bioelektrik kembangan LIPI itu dilakukan di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Dari pemasangan tahap pertama, mampu memproduksi energi listrik sebanyak 2.000 watt."Pemakaian bioelektrik ini bisa memenuhi kebutuhan listrik
7-8 jam setiap harinya. Masyarakat punya alternatif lain selain menggunakan listrik dan elpiji," katanya mengungkapkan.

Produk bioleketrik itu setiap unitnya senilai Rp7,5 juta. Potensi pengembangannya cukup terbuka terutama di kawasan peternakan sapi, karena bahan baku biogasnya cukup tersedia. Penggunaan bioleletrik ini dalam skala kecil telah diujicobakan di beberapa daerah, khususnya yang belum terjangkau listrik dan punya potensi biogasnya yakni di Papua, Jambi dan Bali masing-masing menghasilkan listrik sekitar 700 watt."Biogas jelas lebih murah dibanding bahan bakar lainnya, terlebih di dekat peternakan sapi," kata Yayat.

Kehadiran bioelektrik yang dikembangkan LIPI disambut pemerintah dan masyarakat di Cilengkrang. Pasalnya, di daerah tersebut masih cukup banyak yang belum menikmati listrik yakni sekitar 1.700 kepala keluarga (KK). Pengembangan serupa juga dilakukan Universitas Padjadjaran Bandung yang dilakukan di Kabupaten Sumedang serta di Kabupaten Garut dengan mendorong Desa Mandiri Energi.

"Berbagai upaya dilakukan untuk memunculkan inovasi energi alternatif, termasuk melibatkan lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Selain sumber energi dari biogas juga dikembangkan mikrohydro di beberapa kawasan selatan Jabar," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Jabar, Tahir Sastrodiningrat.

Ia menyebutkan, elektrifikasi di Jawa Barat belum tuntas, masih ada beberapa desa yang belum terambah jaringan listrik, karena faktor geografis dan medan. Namun salah satu caranya dilakukan dengan menggunakan sumber energi alternatif, termasuk menggunakan solar panel. ant/kpo


www.republika.co.id


baca selanjutnya »»

Selasa, 11 Agustus 2009

LIPI Patenkan Cara Baru Pengolahan Limbah

Sumber: Berita Iptek Topik

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajukan hak paten ke Ditjen HaKI-Depkeh HAM atas sistem pengolahan limbah cair industri temuan terbaru dengan teknologi oksidasi ozon dan ultraviolet.

Anto T. Sugiarto, peneliti dari Puslit Kalibrasi Instrumentasi Metrologi (KIM)-LIPI, mengatakan teknik pengolahan limbah cair industri dengan teknologi oksidasi ini diyakini lebih efisien dan efektif dibanding teknologi biologi dan kimia. “Teknologi ini merupakan hasil terobosan baru yang dikembangkan LIPI saat ini. Dan merupkan teknologi terbaru termasuk yang dikembangkan di dunia,” ujar Anto T. Sugiarto di sela-sela acara Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi (PPI-KIM) 2004 di Puspitek-Serpong-Tangerang, kemarin.

PPI-KIM 2004 yang diselenggarakan bersama 2nd Internatinal Symposium on Metrology &Phisics Application, and Energy Measurement (ISMPAEM 2004) tersebut dibuka oleh Menristek Hatta Rajasa dan dihadiri pemakalah dari Jepang, Cina, Singapura, Malaysia, Itali dan Inggris.

Anto mengatakan sebenarnya teknologi pengolahan limbah cair sistem Ozon ini generatornya sudah dipatenkan di
Jepang pada 2002 dan di Indonesia juga telah didaftarkan di Ditjen Haki-Depkeh HAM pada 2003. “Kini kita tinggal menunggu hasilnya.”

Sistem pengolah limbah sistem oksidasi ini merupakan kombinasi antra Ozon dan Ultarviolet. Ozon sendiri diketahui merupakan spesies dari oksigen yang memiliki oksidasi potensial 2,07 V atau lebih tinggi dibanding Chlorine yang memiliki oksidasi potensial 1,36V.

Kombinasinya dengan Ultraviolet dapat menghasilkan spesies aktif hydroxyl radical yang memiliki kemampuan oksidasi lebih tinggi dari Ozon, yaitu 2,80V sehingga mampu mengoksidasi hampir semua bahan organik yang umumnya terkandung di limbah cair.

Menurut dia, teknologi ini cocok untuk industri yang menghasilkan limbah cair, a.l seperti rumah sakit, pabrik cat hingga industri penyamakan kulit. “Cairan hasil pengolahan limbah akan berupa air dan CO2.”


baca selanjutnya »»

Pertama di Dunia, Kamera dan Proyektor Menjadi Satu

Sumber: Berbagai Sumber Topik:

Pernahkah terbayangkan dalam benak Anda, jika sebuah proyektor dapat menyatu dengan sebuah kamera?. Hal itu mungkin saja terjadi, karena sebuah perusahaan Nikon telah berhasil mengintegrasikan sebuah proyektor ke dalam kamera. Hanya dalam satu genggaman, Anda dapat menikmati dua fungsi dari kamera tersebut. Bukan hanya saja dapat menggunakan kamera untuk foto-foto atau merekam suatu moment yang penting bagi Anda, bahkan Anda dapat menggunakan proyektor untuk menampilkan hasil dari foto atau video tersebut.

Kamera yang diberi nama Coolpix S1000pj tersebut, dapat menayangkan screen seluas 40 inchi dengan satu resolusi VGA pada jarak maksimum 2 meter. Dengan tingkat terang (brightness) 10 lumens. Dilengkapi dengan sebuah ‘remote control’ nirkabel yang dapat digunakan untuk mengoperasikan proyektor, melepaskan shutter dan sebagainya. Selain itu, kamera ini dibekali dengan monitor LCD selebar 2,7 inchi dengan resolusi tinggi sebesar 12,1 megapixel dengan zoom optikal 5x NIKKOR. Setelan ISO sampai 6400 dan dapat mengambil 10 bidikan setiap kali shutter ditekan dengan penyimpanan otomatis. Dengan konsumsi daya yang jauh lebih hemat, batere pada proyektor ini dikatakan dapat bertahan selama satu jam untuk menayangkan slideshow. Selain itu, berbagai efek slideshow dapat begitu menyenangkan dari proyektor ‘built-in’ ini.

Seperti dikutip detikINET dari dpreview, kamis (06/08/2009). Mark Pekelharing, Product Line Manager Cosumer Products Nikon Eropa menyatakan, “Peluncuran kamera unik ini ditujukan bagi para pecinta foto dimanapun mereka berada. Ini adalah kamera Nikon pertama di dunia yang dapat memproyeksikan gambar,” klaimnya, “Produk ini dibuat agar pengguna bisa berfoto sekaligus mempresentasikan foto mereka, dengan ‘built-in’ proyektor secara mudah. Kini sharing foto dan video bisa dilakukan dengan mudah serta menyenangkan.”

Fitur-fitur lainnya yang terdapat pada kamera ini adalah sebagai berikut :

- Resolusi tinggi dengan anti-refleksi yang melapisi penutup

- 16 gaya yang cepat dalam berbagai setting yang optimal untuk pengambilan gambar


- D-lighting

- Zoom aktif

- Sorting otomatis dan fungsi gambar favorit

- 4 mode movies dengan suara

- Fungsi time-zone untuk penyettingan waktu di berbagai lokasi

- Memori Internal mencapai 36 MB dengan memori pendukung hanya SD/SDHC memori card. Sedangkan Multi Media Card (MMC) tidak kompatibel dengan kamera ini.

- Kecepatan tinggi dalam konektivitas USB

Benar-benar suatu teknologi yang memukau. Dengan fitur-fitur yang begitu menarik dan interaktif terbalut menjadi satu di sebuah kamera dalam satu genggaman. Tidak salahnya bagi Anda pecinta foto untuk memiliki kamera ini. Membuat hidup Anda jauh lebih menyenangkan dengan berbagai moment yang diabadikan pada kamera ini. Serta Anda dapat membuat orang-orang disekililing Anda ikut menikmati.

Dengan mengeluarkan kroscek sebesar US$430 atau jika dirupiahkan menjadi sebesar kurang lebih Rp 4.300.000, Anda dapat menikmati segala fitur yang terdapat dalam Kamera Nikon Coolpix S1000pj yang menyatu dengan proyektor. Sebuah harga yang senilai dengan apa yang diberikan dari Nikon ini.

Sumber :

http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/05/0949284/benar.ada.proyektor.di.kamera.digital.nikon.

http://www.nikon.com/about/news/2009/0804_coolpixs1000pj_03.htm

http://dpreview.com/

http://www.awanbengi.co.cc/2009/08/kamera-dan-proyektor-dalam-1-genggaman.html


baca selanjutnya »»

Minggu, 09 Agustus 2009

Kendaraan Serba Bisa dengan Harga Terjangkau

Sejumlah pengajar dan mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Pasundan Bandung sedang getol merampungkan proyek mobil karya anak bangsa teranyarnya, Wahana Kreasi Bangsa atau yang lebih dikenal dengan Wakaba.

Tidak seperti banyak desainer kendaraan lain yang lebih mengarah ke desain futuristik. Tim desain Wakaba yang turut disokong oleh Smart Otomotif Jabar, Ristek, Indact Jabar dan Departemen Perindustrian ini malah memilih membuat kendaraan yang bisa mengakomodir kebutuhan transportasi untuk masyarakat pedalaman.

"Banyak kita lihat, petani-petani di pedesaan mengangkut hasil taninya dengan sepeda motor hingga overload muatan. Tentu ini membahayakan si petani, selain itu kendaraan juga umurnya akan cepat berkurang," tutur Staff Design Centre Fakultas Teknik Unpas Budiana kepada detikOto ketika ditemui di laboratorium Design Centre FT. Unpas Jalan Setiabudi beberapa waktu lalu.

Namun kreasi tim desainer Wakaba tidak berhenti sampai disana. Mereka telah merancang varian-varian lain dari Wakaba yang kelak bisa menjadi kendaraan multifungsi.

"Ada fungsi pertanian, fungsi militer,
angkutan pedesaan hingga kendaraan wisata," seloroh Budiana.

Kendaraan ini akan dibuat prototypenya dalam versi two wheel drive (2 WD) namun dalam pengembangannya Budiono cs akan mengembangkan versi four wheel drive (4 WD).

"Kalau langsung 4 WD butuh penelitian lebih lama lagi, tapi nanti kita akan mengaplikasikan teknologi itu kelak," tuturnya.

Untuk mesin, Budiana menuturkan pihaknya akan menggunakan dua macam mesin.

"Rencana kita akan menggunakan dua mesin, mesin bahan bakar solar dan bensin.
Namun semuanya akan menggunakan transmisi otomatis," ujarnya lagi.

Namun uniknya, Budiana mengklaim Wakaba bisa menggunakan berbagai mesin.
"Tergantung fungsinya nanti, kalau kendaraan mililter ya kita pakai mesin militer, untuk pertanian kita pakai mesin yang sesuai juga. Begitu pula fungsi-fungsi lainnya," tuturnya.

Untuk masalah harga, Budiono meyakinkan harga Wakaba akan lebih murah dari produk-produk sejenis dari negara lain.

"Saat ini beberapa pabrikan seperti Honda dan Ford sudah mulai menjual produk sejenis. Tapi harganya masih terbilang tinggi, nah kita akan membuat terobosan dengan harga yang jauh lebih murah. Bahkan lebih murah dari pick up konvensional," ujarnya.

( ddn / ddn )

detik.com


baca selanjutnya »»

Minggu, 02 Agustus 2009

Nao-Paro, Robot Penyembuh Alzheimer dan Autis




Valencia, Spanyol - Campus Party adalah acara teknologi tahunan di sejumlah region di Spanyol yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Dan tahun ini, sejumlah robot 'penyembuh' beraksi dan menarik minat pengunjung yang datang.

Salah satu dari robot-robot unit itu adalah Nao. Dengan tinggi 58 cm dan tubuh berbalut plastik, dengan lihainya ia bisa menari mengikuti irama hit Billie Jean milik Michael Jackson.

Namun, ini hanya salah satu keahliannya. Ternyata di luar itu, ia bisa membantu para penyandang Alzheimer. Hal ini dilakukan Nao dengan cara pelatihan ingatan yang memicu atau menstimulasi para penderita untuk kembali ke ingatan normal mereka.

Nao akan dijual dengan kisaran harga US$ 4.200 hingga US$ 4.900. Selain Nao, ada juga Paro. Dikutip detikINET dari AFP, Senin (3/8/2009), robot dari Jepang yang
berbentuk seperti anak anjing laut ini diciptakan untuk membantu orang-orang yang mengalami masalah kognitif, seperti Autis atau Dementia.

Untuk penderita dementia, Paro bekerja dengan cara menenangkan dan mengubah mood mereka yang kehilangan ingatan, mengalami gangguan kejiwaan atau semacam halusinasi dan perubahan kepribadian.

Nah, sedangkan bagi penyandang Autis, Paro bisa membantu mereka belajar untuk bisa berinteraksi dengan lebih baik terhadap lingkungannya. Sayang, hingga saat ini Paro hanya bisa didapatkan di Jepang dan beberapa negara Eropa saja.

Selain Paro dan Nao, masih ada sederet penemuan teknologi dan robot-robot lain yang berlomba menunjukkan aksi mereka di acara yang berdiri pertama kali di Spanyol pada tahun 1997. Pihak penyelenggara berharap, akan ada 6.000 pengunjung yang datang di tahun ini.
( afz / ash )

detikinet


baca selanjutnya »»

Selasa, 14 Juli 2009

Robot ular untuk perang

Israel - Sadar terus diintai ancaman peperangan, lembaga pertahanan Israel, Israel Defense Forces (IDF), berupaya memperkuat teknologi militernya dengan kehadiran sebuah robot perang berwujud ular.

Dikutip detikINET dari Jerusalem Post, Rabu (10/9/2009), robot ular hasil riset ilmuwan Yahudi ini antara lain ditujukan sebagai perangkat mata-mata di medan pertempuran. Untuk itulah, robot ini mampu merekam baik video maupun suara.

Wujud dan gerak-geriknya dibuat semirip mungkin dengan ular sungguhan. Panjang tubuhnya sendiri mencapai 2 meter. Para pembuatnya memang meneliti gerakan ular dengan seksama di dunia nyata, untuk diterapkan dalam robot ini.

Sang robot mampu menyusup di sela-sela bangunan ataupun gua sembari merekam aktivitas yang sedang terjadi. Robot ini dapat dipakai pula untuk mendeteksi
keberadaan orang atau mayat di sebuah bangunan yang sudah runtuh.

Bahkan selain untuk keperluan mata-mata, robot canggih ini juga dapat digunakan membawa senjata atau bom. Selain robot militer semacam itu, Israel juga sudah membuat beberapa robot jenis lain, misalnya robot berbentuk kucing yang bisa memanjat bangunan dengan cakarnya. ( fyk / faw )

detikinet.com


baca selanjutnya »»

MISI APOLLO 11 Manusia Belum Pernah Mendarat di Bulan

Empat puluh tahun telah berlalu sejak dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Benarkah astronot Neil Armstrong telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi tersebut?

Pertanyaan menggelitik itu memang terus menyertai kisah misi Apollo 11 dan pendaratannya di permukaan Bulan pada 21 Juli 1969.

Kemudian astronot Neil Armstrong dan Edwin ”Buzz” Aldrin berjalan di permukaan Bulan. Cuplikan video menggambarkan Armstrong mengibarkan bendera Amerika Serikat dan melompat-lompat. Aksi ini menegaskan keberhasilan pendaratan manusia di Bulan.

Sejumlah pihak menyangsikan pendaratan itu. Cuplikan video tersebut penuh dengan keganjilan. Ada yang menganggap video itu tidak dibuat di Bulan, tetapi di sebuah tempat khusus di sekitar Negara Bagian Arizona, AS.

Astronom Phil Plait termasuk yang sangsi. Dia memberikan penjelasan pada sebuah program radio ”Are We Alone” yang dikelola SETI Institute. Ini adalah lembaga nirlaba di California, AS, yang fokus pada penjelasan keberadaan makhluk pintar lain di jagat raya.

Plait mengatakan, ada pihak yang skeptis dengan mempertanyakan foto-foto Armstrong dan Aldrin yang memperlihatkan langit tanpa bintang. ”Tidak ada atmosfer di Bulan sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat lebih terang.”

Pihak yang skeptis juga mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara.

Mereka juga mengajukan teori bahwa para astronot mungkin sudah terpanggang radiasi ketika menembus sabuk Van Allen dalam perjalanan ke Bulan.


Kepercayaan melemah

Sebenarnya kepercayaan soal pendaratan di Bulan itu sudah semakin lemah dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini mencuat kembali ketika TV Fox pada 2001 menyiarkan sebuah program yang diberi judul ”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?”

Acara TV Fox itu, kata Dr Tony Philips pada situs Science@NASA, menggambarkan betapa Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tidak lebih dari sekadar ”produser film yang tolol”.

Semua kesangsian itu telah sering dijawab langsung Armstrong, komandan misi Apollo 11. Tokoh kelahiran Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, itu bersama astronot Buzz Aldrin mengaku telah menikmati permukaan Bulan selama 2,5 jam.

Di Bulan, mereka berdua menancapkan bendera AS dan sebuah spanduk bertuliskan ”Di sini manusia dari planet Bumi menginjakkan kakinya pertama kali. Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia”.

Mengapa awalnya banyak yang percaya? Bagi AS, pendaratan di Bulan adalah sebuah pencapaian besar yang membuat AS seolah-olah unggul dari pesaing utama ketika itu, Uni Soviet, dalam program luar angkasa.

Bagi salah satu pesaing AS saat ini, Rusia, teori konspirasi mengenai kebohongan pendaratan di Bulan tahun 1969 itu menjadi semakin populer. Rusia membuat sejumlah situs bahkan film-film dokumenter di televisi untuk menyampaikan kebohongan besar pendaratan di Bulan itu.

Konstelasi

Boleh jadi, hal itu pula yang membuat mantan Presiden AS George W Bush memutuskan untuk menghapuskan penerbangan pesawat ulang alik pada 2010 setelah musibah pesawat ulang alik Columbia pada 2003.

Sebagai gantinya, Bush pada 2004 meluncurkan program lebih ambisius, Constellation (Konstelasi), yang bertujuan membawa warga AS kembali ke Bulan pada 2020, dan menggunakan Bulan sebagai tempat peluncuran pesawat luar angkasa berawak manusia menuju Mars.

Michael Griffin, mantan pemimpin NASA yang mendorong program Constellation, menjelaskan, pesawat ulang alik membuat AS bertahan terlalu lama pada penerbangan luar angkasa di orbit rendah, padahal kini muncul pesaing baru dalam program luar angkasa, antara lain China. ”Kita (AS) harus kembali ke bulan karena itu adalah langkah berikutnya. Bulan hanya beberapa hari dari rumah. Mars hanya beberapa bulan dari Bumi,” papar Griffin.

Sayangnya, anggaran NASA tidak cukup untuk membiayai pembuatan kapsul Orion Constellations, kapsul yang lebih maju dan lebih besar ketimbang versi kapsul Apollo. NASA juga kekurangan biaya untuk menyiapkan roket peluncur Ares I dan Ares V yang diperlukan untuk mengirim kapsul itu ke orbit.

Biaya keseluruhan Constellation itu diperkirakan 150 miliar dollar AS. Anggaran eksplorasi luar angkasa AS pada 2009 hanya 6 miliar dollar AS.

Wajar apabila Senator Bill Nelson (Florida) menegaskan, NASA tidak akan bisa melakukan tugas yang diberikan kepadanya, yaitu berada di Bulan pada 2020. Senator yang mantan astronot itu bahkan mengkhawatirkan, saat program pesawat ulang alik berakhir, AS tak akan bisa mengirimkan astronotnya ke stasiun luar angkasa ISS, kecuali menumpang Soyuz milik Rusia.

Hal itu tentu menjadi kabar buruk bagi NASA dan khususnya Armstrong yang tentu tidak ingin pendaratannya di Bulan menjadi bahan olok-olokan. Meski demikian, ada cara pembuktian lebih sederhana, yaitu menemukan kembali bendera dan spanduk yang ditancapkan Armstrong itu dengan teleskop dari Bumi. Tentu dengan harapan bendera itu masih tertancap di tempatnya. (AFP)

Rakaryan Sukarjaputra
kompas.com

baca selanjutnya »»

Senin, 06 Juli 2009

Robot koki yang bisa masak


Para ibu rumah tangga di Jepang mungkin senang dengan kehadiran robot 'koki' ini, karena dapat membantu menyiapkan sarapan.

Dengan keahlian yang tak kalah dengan manusia, si robot bisa menyajikan pancake atau dalam versi Jepang disebut Okonomiyaki. Oleh karena itu robot tersebut dinamakan Okonomiyaki. Bukan sekadar menyajikan pancake secara instan, Okonomiyaki ini menyajikan pancake mulai dari nol.

Dikutip detikINET dari DailyMail, Jumat (12/6/2009), robot ini memulai pekerjaannya dari tahapan memasukkan semua bahan ke dalam mangkuk, lalu memasukkannya
ke dalam panci panas hingga mencetaknya dengan spatula yang ia miliki, kemudian menyajikannya. Semua dilakukannya secara mandiri tanpa bantuan manusia.

Jangan khawatir jika selera Anda bermacam-macam. Robot ini juga didesain untuk melontarkan pertanyaan jika Anda membutuhkan saus atau bahan-bahan tambahan lainnya. Hmm....menarik bukan?

Okonomiyako atau cocok disebut robot koki ini adalah hasil pengembangan para pembesut robot yang bermarkas di Osaka, Toyo Riki Co. Robot ini memamerkan kemampuannya dalam gelaran International Food Machinery and Technology Exhibition yang berlangsung di Tokyo. ( sha / faw )

detikinet.com
baca selanjutnya »»

Minggu, 05 Juli 2009

Gerakkan Kursi Roda dengan Kekuatan Pikiran




Tokyo - Tak perlu lagi menggunakan kekuatan otot, pasien lumpuh kini bisa menggerakkan kursi roda dengan kekuatan pikiran.

Ini semua berkat teknologi yang dikembangkan Toyota Motor Corp bekerja sama dengan para ahli di Jepang. Teknologi ini mampu membaca gelombang otak pada manusia dengan waktu lebih cepat dibanding teknologi serupa yang pernah ada sebelumnya.

Dikutip detikINET dari ABCnews, Selasa (30/6/2009), teknologi ini hanya membutuhkan waktu sekitar 125 milisecond untuk membaca gelombang otak.

Bagaimana cara kerjanya? Caranya,
orang yang menggunakan kursi roda memakai topi untuk membaca sinyal otak, yang kemudian meneruskannya ke brain scan electroencephalograph atau EEG di kursi roda elektrik, kemudian dianalisa dalam sebuah program komputer.

Dengan teknologi ini orang bisa menggerakkan kursi roda ke kiri-kanan, atau ke depan secara cepat dengan kekuatan pikiran. Namun untuk berhenti, tidak cukup dengan kekuatan pikiran, tapi orang yang menggunakan kursi roda harus menggembungkan pipi yang dipasangi detektor.

Sementara itu, rival Toyota, Honda Motor Co juga sedang mengembangkan sistem yang dapat menghubungkan gelombang otak dengan gerakan mekanis.

Beberapa waktu lalu Honda memamerkan sebuah video yang menampilkan seseorang yang mengenakan helm dan kemudian berpikir sedang memindahkan tangan kanan. Beberapa detik kemudian sebuah robot memindahkan tangan kanannya, mengikuti instruksi pikiran si manusia. ( faw / fyk )


baca selanjutnya »»

Robot Siap Racik Mie Lezat




Masyarakat Jepang kian akrab menyantap makanan yang dimasak para robot. Setelah sebelumnya ada robot yang bisa memasak pancake, kini ada pula robot yang siap meracik makanan mie ramen nan lezat.

Ya, sebuah restoran ramen bernama 'Momozono Robot Ramen' jadi populer di Jepang karena salah satu kokinya adalah robot.

Dikutip detikINET dari Mainichi, Senin (6/7/2009), konsumen tinggal memesan di komputer dengan kombinasi bumbu
yang diinginkan. Nah, tugas si robot adalah meracik kombinasi makanan dan bumbu itu dalam mangkok sehingga menghasilkan mie ramen yang lezat.

Hebatnya, robot ini dibuat sendiri oleh pemilik restoran, Yoshira Uchida dengan biaya sekitar US$ 200.000. Ia mengalami banyak kendala saat membuatnya, misalnya mie ramen racikan si robot tak ada rasanya.

Namun setelah berbagai trial dan error, Uchida yang memang gemar dengan teknologi mampu menyelesaikannya. Diapun ingin terus mengembangkan robot buatannya sehingga bisa melakukan semua proses masak secara mandiri.

"Aku juga ingin memproduksi robot ini secara massal di masa mendatang," tambah Uchida. ( fyk / faw )

detikinet.com


baca selanjutnya »»