Setiap bagian tubuh manusia memiliki kelenjar yang memproduksi hormon tertentu. Jika produksi hormon berjalan normal tidak akan menimbulkan masalah tapi kalau produksinya berlebih bisa menimbulkan bahaya. Seperti kelebihan hormon tiroid (hipertiroid) yang banyak terjadi pada wanita.
Hipertiroid adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan, biasanya karena kelenjar terlalu aktif. Kondisi ini menyebabkan beberapa perubahan baik secara mental maupun fisik seseorang, yang disebut dengan thyrotoxicosis.
Hormon yang mempengaruhi adalah thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3), hormon ini mengatur pertumbuhan dan reaksi kimia atau metabolisme dalam tubuh. Normalnya kelenjar pituitari mengontrol produksi hormon tiroid, kelenjar ini terletak di bagian dasar dari otak. Ketika asupan hormon tiroid berkurang, kelenjar ini akan mengeluarkan thyroid-stimulating hormone (TSH) untuk menstimulasi produksi hormon tiroid.
Kelebihan hormon ini biasanya disebabkan oleh penyakit yang parah, berlebihan dalam
Gejala yang harus diwaspadai, seperti dikutip dari Health24, Minggu (30/8/2009) adalah:
1. Keresahan dan sering gugup.
2. Jari yang suka gemetar.
3. Jantung suka berdebar-debar.
4. Berat badan berkurang.
5. Suka berkeringat berlebihan.
6. Lemas dan konsentrasi berkurang.
7. Insomnia.
8. Sakit kepala seperti ditusuk-tusuk.
9. Siklus mentruasi yang tidak teratur dan emosi yang labil.
Penyakit kelebihan hormon tiroid ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria, meskipun belum dipastikan faktor apa yang berperan dalam hal tersebut.
Untuk mendiagnosis penyakit ini harus dlakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik dan tes darah laboratorium untuk melihat kadar hormon T3, T4 dan THS. Jika kadar hormon tiroid tinggi dan kadar hormon THS rendah, hal ini mengindikasikan kelenjar tiroid terlalu aktif yang disebabkan oleh adanya suatu penyakit.
Bisa juga dideteksi dengan menggunakan scan tiroid yang menggunakan sinar X-ray untuk melihat kelenjar tiroid setelah menggunakan iodin radioaktif melalui mulut. Jika belum terlalu parah pengobatan cukup dengan meminum obat antitiroid, istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang seimbang dan tidur yang cukup. Namun jika sudah parah harus dilakukan tindakan operasi.
Jika ada salah satu gejala yang Anda alami, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis untuk mengetahui apakah akibat kelebihan hormon tiroid atau bukan. Karena jika dapat dideteksi lebih awal tidak perlu melakukan tindakan operasi.
detik.com
.::Artikel Menarik Lainnya::.
- RPP Rokok akan Larang Jual Rokok ke Anak di Bawah 18 Tahun
- Redakan Stres Dengan Latihan Pernafasan
- Cara Membedakan Roti Berpengawet Dengan yang Tidak
- Efek Merokok Setelah Olahraga Bisa Lebih Berbahaya
- Jerawatan? Makan Saja Timun!
- 10 Faktor yang Bikin Pria Mandul
- 6 Gerakan Ringan Agar Selalu Fit di Kantor
- Badan Kekar Tidak Mudah Kena Diabetes
- Yuk, Makan Mangga Biar Sperma Sehat!
- 6 Cara Mudah Kurangi Kelebihan Kalori
- 8 Makanan 'Super' untuk Kesehatan Tubuh Anda
- Tips Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga
- Madu Bina Apiari
- Kopi Bikin Pria Lebih Subur
- Buah dan Sayur Pelawan Kolesterol Jahat
- Anak Batuk Pilek Jangan Diberi Antibiotik
- Ceker Ayam Khasiatnya Mirip dengan Sirip Ikan Hiu
- Daging Kobe Halal Mulai Dipasarkan
- Berjalan 10 Ribu Langkah Cegah Risiko Diabetes
- Ingin Tubuh Lebih Tinggi? Coba Cara Ini
- Gowes Lebih dari 5 Jam per Minggu Turunkan Kualitas Sperma
- Jangan Tinggalkan Sarapan Bila Tak Ingin Botak
- Mentega Turunkan Kualitas Sperma
- 5 Makanan Wajib untuk Wanita
- Jus Jeruk Cegah Darah Tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar