Google

Memuat...

Kamis, 20 Agustus 2009

Bahaya pelihara kucing dirumah

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Tanya:

Assalamualaikum. Pertama tama kami mau bertanya seberapa bahayanya apabila di rumah banyak kucing yang susah di buang? Kami sangat tidak suka dengan adanya kucing-kucing tersebut dikarenakan sudah tidak wajar lagi keberadaannya sangat jorok dan kotor.

Disini kami bertanya seberapa bahayanya apabila dirumah, ada bayi berumur 1 tahun, Kami takut ada penyakit dari bulu-bulunya yang ada di mana-mana.

Tolong diberitahukan penyakit apa aja yang sangat rawan bagi bayi? Selain harus kami buang semua harus diapakan kucing-kucing tersebut? Terimakasih.

Iskandar-- Isxxxxx@cozmoxxxxxx.com

JAWAB :

Assalamualaikum Sdr Iskandar.

Ya, memelihara kucing di rumah tentu ada risiko tertular beberapa jenis penyakit. Satu yang paling harus diwaspadai, bila membawa penyakit toxoplasma. Ini sejenis parasit yang hidup di usus kucing. Maka parasitnya berpotensi menulari lewat tinja kucing.

Karena tinja kucing berceceran di sekitar rumah, maka parasit juga berpotensi tersebar di sekitar permukaan tanah, lantai, dan pekarangan rumah. Parasit juga melekat pada bulu, mulut, dan wadah bekas makan kucing. Itu wilayah yang perlu diwaspadai.

Parasit dalam usus kucing ini juga bisa hidup di tubuh manusia. Maka kita sebut

penyakit hewan yang bisa juga pada manusia atau zoonosis. Berdekatan hidup dengan kucing berisiko tertular parasit ini. Tentu tidak semua kucing membawa parasit ini. Hanya kucing yang tertular saja yang menjadi sumber penular.

Bukan hanya kucing. Bisa juga anjing, kambing, sapi, kerbau, atau hewan apa saja yang tertular parasit ini. Biasanya hewanyang merumput. Kambing dan kerbau mendapatkannya setelah makan rumput yang sudah tercemar parasit ini. Kotoran kucing yang berceceran terbawa kaki kucing ke rumput yang kemudian dimakan kambing atau hewan pemakan rumput lainnya.

Parasit dalam bentuk kiste yang masuk ke tubuh kambing atau pemakan rumput yang tercemar parasit akan tumbuh di dalam daging. Maka hati-hati makan daging kambing, kerbau, atau sapi setengah matang, jika ternyata ternak tersebut mengidap toxoplasmosis.

Bagi bayi, toxoplasma sama risikonya dengan pada orang dewasa. Namun kelak pada kaum Hawa, parasit ini menimbulkan masalah bila sedang hamil positif toxoplasma. Tahunya berpenyakit, dari pemeriksaan darah di laboratorium, kedapatan positif toxoplasma. Kehamilan dengan toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, kalau bukan anak mati. Maka sebaiknya tidak hamil dulu kalau positif toxoplasma.

Ada jenis penyakit lain yang dibawa kucing, berupa penyakit cacing. Tapi tidak lebih berbahaya dibanding toxoplasma. Cara mencegah agar tidak tertular, dengan menjaga kebersihan. Selain kebersihan lingkungan rumah, juga kebersihan perorangan, khususnya tertib mencuci tangan. Parasit dari sekitar rumah mudah melekat pada jemari tangan. Bila makan tanpa membasuh tangan dengan sabun sampai bersih, maka penularan toxoplasma berlangsung melalui jemari tangan ini.

Wassalam.

dr Handrawan Nadesul


http://www.republika.co.id


.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar