Usai bersalin seorang ibu biasanya bingung dengan kondisi fisiknya. Diantaranya :
1.
Perut sering mulas. Perasaan mulas sesudah melahirkan diakibatkan kontraksi uterus, kadang masih mengganggu selama 2 – 3 hari pasca persalinan dan biasanya lebih sering pada multipara (anak banyak) dibanding primipara (anak petama). Perasaan mulas juga dapat timbul apabila masih ada sisa selaput ketuban, sisa plasenta atau gumpalan darah. Kontraksi miometrium (otot rahim) terjadi pada 2 –3 hari pertama masa nifas dan menyebabkan perasaan yang tidak nyaman. Sedangkan rasa mulas saat menyusui lebih diakibatkan oleh lepasnya hormon oksitosin. Pada 12 jam pertama pasa melahirkan biasanya kontraksi rahim teratur, kuat dan terkoordinasi. Intensitas dan frekuensi kontraksi akan berkurang setelah hari pertama pasca melahirkan. Involusi atau pengecilan rahim terjadi sampai dengan 6 minggu pasca melahirkan.
2.
Vlek atau noda darah. Keluarnya cairan dari vagina pasca persalinan dimulai dengan yang dinamakan lokia rubra yang terdiri dari darah, sisa selaput ketuban, sel residu yaitu jaringan/dinding rahim pada kehamilandan sisa-sisa jaringan janin seperti rambut janin, kotoran janin serta lemak. Berikut penjelasan secara rinci : Hari pertama dan kedua terdapat lokia rubra atau lokia kruenta, yang terdiri dari darah segar bercampur sisa selaput ketuban, sel desidua, sisa verniks kaseosa, lanugo dan mekonium. Hari berikutnya keluar lokia sanguinolenta berupa darah bercampur lendir. Setelah 1 minggu, keluar lokia serosa berwarna kuning dan tidak mengandung darah. Setelah 2 minggu, keluar lokia alba yang hanya berupa cairan putih. Biasanya lokia berbau agak amis, bila berbau busuk mungkin terjadi lokiostasis (lokia yang tidak lancar keluar) dan infeksi sehingga perlu diperiksa kembali ke dokter.
3.
Setelah melahirkan dengan cara normal ibu biasanya sudah bisa melakukan olah raga ringan. Sedangkan untuk ibu yang melahirkan dengan cara sesar, olah raga ringan dapat dilakukan setelah 10 hari persalinan atau setelah luka sudah mulai membaik. Mulailan dengan gerakan-gerakan olah raga yang lambat, terutama bila ibu tidak banyak berolah raga saat hamil. Pilih berjalan-jalan dahulu sebagai permulaan program, misalnya berjalan di pagi hari. Jalan kaki akan membuat peredaran darah berjalan dengan baik. Kegiatan ini mampu membakar 120 – 180 kalora. Agar mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya lakukan secara kontinyu selama 15 – 30 menit. Berjalanlah dengan santai dan berhenti jika jahitan bekas melahirkan terasa sakit, jangan lupa untuk mengatur pernapasan agar tidak mudah lelah. Perlahan-lahan tingkatkan program olah raga misalnya dengan senam. Konsultasikan dengan dokter untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan.
4.
Di masa nifas berat badan naik. Pasca persalinan ibu akan kehilangan 5 – 6 kg berat badannya, dan rata-rata akan kembali ke berat idealnya setelah 6 bulan, walaupun sebagian besar tetap akan lebih berat dari sebelumnya. Berat badan meningkat pada masa nifas dapat disebabkan adanya perubahan hormon sehingga tubuh masih meretensi
8 hal pasca persalinan
.::Artikel Menarik Lainnya::.
- Anak Batuk Pilek Jangan Diberi Antibiotik
- Kenapa pilih Cloth Diaper, Bagaimana cara kerjanya, dan Apa bedanya dengan popok sekali pakai?
- Daftar 25 Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak Terbaik
- 10 Cara Membuat Balita Cerdas
- Tidur Siang Teratur Penting Buat Bayi
- Pijat ibu hamil
- Cara Efektif Mengajarkan Anak Bahasa Asing
- Makanan yang Boleh dan Tak Boleh untuk Ibu Hamil Tiap Trimester
- ASI dari Pompa Tidak Aman untuk Bayi?
- Berapa Lama Seharusnya Bayi Tidur?
- Bayi Happy, Dewasa Bahagia
- Atasi Trauma Batita
- Senam Yopytta Bantu Ibu Hamil Lebih Tenang
- 10 terbaik untuk kecerdasan
- Kapan Si Kecil Sebaiknya Dibawa ke Dokter?
- Bila Anak Diare
- Rahasia Merangsang Otak si Kecil
- Menyusui Tak Bikin Payudara Kendur
- Hamil yang Aman untuk Penderita Hepatitis B
- Berikan ASI Meskipun Ibu Bekerja
- 1.000 Hari Pertama Anak Jadi Kunci Melawan Penyakit
- Bolehkan Ibu Hamil Minum Air Dingin?
- Beri Anak Takaran Kalsium dan Gula yang Pas
- Bila Bayi Terkena Flu
- Heparin Cegah Risiko Keguguran Akibat Pembekuan Darah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar