Jumat, 03 Juli 2009

Tips menyimpan asi

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Bagi ibu bekerja, memompa dan menyimpan ASI menjadi bagian dari keseharian mereka. Selain untuk mencegah payudara bengkak juga untuk menjamin si kecil tetap mengkonsumsi ASI mesti sang ibu bekerja.

Tidak seperti menyimpan sirup atau minuman lainnya, untuk menyimpan ASI diperlukan beberapa tips yang dapat menjamin kualitas ASI tetap terjaga selama dalam proses penyimpanan. Artikel dibawah ini akan membahas beberapa tips yang mungkin berguna bagi ibu dalam menyimpan ASI untuk si kecil:

Cara Menyimpan ASI
ASI dapat di simpan dengan cara membekukan di freezer atau mendinginkannya ke dalam lemari es. Setelah di pompa, simpanlah ASI pada botol steril dengan tutup yang rapat, atau bisa juga menyimpannya dalam cangkir plastik yang rapat dengan tutup yang rapat pula, cara lainnya yaitu dengan memasukkan ASI ke dalam kantong

ASI, yaitu kantong steril yang khusus digunakan untuk menyimpan ASI. Pastikan anda menuliskan label atau tanggal ASI tersebut pada botol, gelas, atau kantong ASI. Jangan menambahkan ASI yang baru anda pompa kedalam ASI yang sudah beku.

Masa Penyimpanan ASI
Untuk menjaga kualitas ASI yang anda simpan, anda harus memperhatikan temperatur dan daya tahan ASI yang anda simpan.

* Penyimpanan dalam suhu ruangan. Suhu ruangan yang dimaksud yaitu tidak lebih dari 25° Celsius. Pada suhu ini ASI akan bertahan selama 4-8 jam.

* Penyimpanan dalam lemari es. Pada suhu lemari es, yaitu dengan suhu 0°–3.9° Celsius, susu akan bertahan selama 2-3 hari.

* Penyimpanan dalam freezer dalam lemari es. Untuk penyimpanan pada freezer yang terdapat pada bagian dalam lemari es, ASI akan bertahan hingga 2 minggu lamanya. Pastikan anda memberi ruang sisa pada botol ASI kurang lebih 1 inci untuk memberi ruang pada ASI saat mengembang dalam proses pembekuan.

* Penyimpanan dalam freezer. Berbeda dengan freezer yang berada di bagian dalam lemari, freezer yang berada terpisah dari ruang lemari es, atau freezer khusus untuk membekukan, mempunyai suhu –18° Celsius. Pada suhu ini ASI akan tahan 3-4 bulan. Hanya harus dipastikan anda menyimpannya di bagian dalam freezer, bukan di bagian pintunya.

* Penyimpanan dalam freezer pembeku. Pada freezer yang ditujukan untuk membekukan, suhu yang dihasilkan bisa mencapai –20° Celsius. Dengan suhu ini ASI akan bertahan selama 6 -12 bulan.


Volume ASI dalam Penyimpanan
Meski seringkali para ibu menyimpan ASI yang dipompanya dalam jumlah banyak, namun ada baiknya anda menyimpan ASI hanya pada porsi kecil saja, sehingga ASI yang anda simpan tidak mubajir. Beri label berapa banyak volume ASI dalam botol, gelas, atau kantong ASI yang anda ingin bekukan, kemudian baru masukkan ke dalam freezer.

Anda juga bisa menuangkan ASI dalam wadah es batu yang telah terlebih dahulu dicuci dengan air panas, biarkan ASI tersebut dalam freezer hingga membeku kemudian simpan dalam freezer bag, pastikan anda telah menghitung berapa banyak jumlah ASI yang telah menjdi Ice cube dibutuhkan untuk membuat satu botol susu, agar memudahkan anda dalam penyajian.

Jika ASI Berubah Warna
ASI yang telah dibekukan atau disimpan didalam lemari es mungkin akan terlihat berbeda dengan ASI segar yang baru anda pompa, namun anda tak perlu khawatir, selama belum lewat batas waktu perubahan warna tersebut bukan berarti kualitas ASI telah memburuk. Merupakan hal yang normal jika ASI anda akan terlihat lebih berwarna kebiruan, kekuningan, atau bahkan kecoklatan ketika anda memasukkannya ke dalam freezer atau lemari es. Bahkan bisa jadi ASI anda akan terbagi menjadi dua lapisan yaitu bagian yang creamy dan bagian yang lebih encer, hal tersebut merupakan proses alamiah dari lemak dan dikandung oleh ASI.

Membersihkan Botol Susu dan Alat Pompa
Untuk membersihkan botol susu, anda juga harus memasukan karet atau puting botol susu dalam rebusan air. Cucilah selalu breast pump hingga ke bagian-bagian kecilnya, terutama yang menyentuh payudara dan ASI anda dengan merebusnya selama kurang lebih 5 hingga 10 menit. Selalu lihat label cara membersihkan breast pump anda sebelum anda menggunakannya. Anda juga bisa menggunakan bottle sterilizer untuk membersihkan alat-alat tersebut. Gunakan juga sabun khusus pembersih botol bayi saat mencuci setiap kali botol selesai digunakan untuk hasil maksimal.

Mencairkan ASI Beku
Jika anda ingin mencairkan ASI setelah dimasukan freezer, anda bisa memindahkannya ke dalam lemari es bagian bawah hingga ASI mencair. Segera gunakan ASI kurang dari 24 jam. Memasukan botol berisi ASI ke dalam microwave untuk mencairkannya bisa menyebabkan botol timbul noda-noda panas yang bisa berbahaya bagi ASI yang dikandung didalamnya, jadi jangan pernah memasukan botol susu anda ke dalam microwave untuk mencairkannya. Sebaliknya anda bisa mencairkan ASI beku anda dengan cara meletakkannya dalam baskom berisi air hangat hingga ASI mencair.

Cara lainnya untuk mencairkan ASI beku anda adalah dengan meletakkannya ke dalam panci berisi air hangat yag di panaskan diatas kompor dengan posisi panci agak jauh dari api kompor. Cara yang paling praktis adalah dengan menggunakan bottle warmer untuk mencairkan ASI beku anda. Jangan lupa terlebih dahulu mengetes suhu ASI yang baru saja anda cairkan sebelum memberikannya pada bayi anda untuk dikonsumsi. Jangan membekukan kembali ASI yang telah dicairkan, dan jangan menyimpan ASI dalam botol yang sebelumnya telah digunakan untuk minum anak bayi anda, pastikan botol yang ada gunakan untuk menyimpan ASI bersih dan steril. Konsultasikan dengan dokter anda jika anda kurang jelas yakin dengan daya tahan ASI yang anda simpan serta cara penyimpanan ASI ya baik.


(Dikutip dari www.kidshealth.com)


.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar