Google

Memuat...

Senin, 03 Agustus 2009

Kepiting

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.



Jenis seafood yang satu ini memang salah satu favorit dari aneka jenis seafood lainnya. Namun, tidak jauh berbeda dengan jenis makanan lainnya, anda harus pandai memilih kepiting untuk disantap. Sebelum anda mulai menunjuk kepiting pilihan anda, baiknya berkenalan sedikit dengan hewan berkaki sepuluh ini.

Kepiting umumnya ditutupi dengan exoskeleton (kerangka luar) yang sangat keras, dan dipersenjatai dengan sepasang capit. Kepiting terdapat terdapat di semua samudra dunia. Ada pula kepiting air tawar dan darat, khususnya di wilayah-wilayah tropis. Kepiting beraneka ragam ukurannya, dari pea crab, yang lebarnya hanya beberapa milimeter, hingga kepiting laba-laba Jepang, dengan rentangan kaki hingga 4 m.

Kepiting sejati mempunyai lima pasang kaki, sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih ("phyllobranchiate"), mirip dengan insang udang, namun dengan struktur yang berbeda.



Memilih kepiting untuk di santap memang tidak bisa dilakukan di semua restoran. Namun jika ada kesempatan untuk memilih, jangan sampai anda salah pilih. Secara umum terdapat 4 kategori pilihan kepiting yakni, kepiting soka, kepiting betina (telur), kepiting isi (jantan) atau kepiting banci.

Kepiting soka adalah kepiting yang sedang mengalami proses ganti kulit. Cangkang dan batok atau tempurungnya lembut sehingga dapat dimakan. Biasanya jenis ini sengaja dibudidayakan oleh penambak kepiting.

Kepiting betina biasa juga disebut kepiting telur, karena kategori kepiting betina umumnya mengandung telur berkisar 70-80 persen. Bentuk kepiting betina biasanya bulat dan tidak terlalu besar.

Kepiting jantan atau kepiting isi merupakan ketagori kepiting yang banyak ditemui. Bentuk kepiting jantan umumnya lonjong dan lebih besar.

Sementara kepiting banci, merupakan istilah yang digunakan untuk kepiting yang berdasarkan bentuknya tidak dapat dikategorikan sebagai betina atau jantan. Umumnya kepiting jenis ini berbentuk lonjong, dan ukurannya tidak besar atau kecil.

Secara umum, kepiting dipercaya banyak mengandung protein dan baik untuk dikonsumsi bagi anak-anak. Selain itu untuk kategori kepiting betina banyak diminati karena mengandung telur. Telur yang terkandung dalam kepiting jenis ini dipercaya dapat meningkatkan stamina jika dikonsumsi.

Kepala Dapur Parit 9, Abdulrahman Martiman menambahkan kepiting yang tua lebih diminati karena dagingnya lebih banyak. Sementara kepiting muda dagingnya lebih sedikit, komposisi air lebih mendominasi. Untuk mendeteksi usia kepiting dapat dilihat dari posturnya, dan cangkang terasa keras jika ditekan.

Meski mengandung protein, kepiting dinilai sebagai biang kolesterol. Sebuah penelitian menarik dilakukan oleh Marian T. Childs (1987) dari bagian ilmu kesehatan dan kedokteran, Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat meneliti kolesterol kepiting. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa kandungan kolesterol kepiting lebih tinggi dibandingkan dengan tiram atau remis (mollusca).

Oleh karenanya selain membatasi konsumsi kepiting, tidak jarang konsumsi kepiting dibarengi dengan minuman es jeruk sebagai penetralisir kolesterol yang dikandung.

(twi/ern)
bandung.detik.com


.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar