Google

Memuat...

Rabu, 05 Agustus 2009

Cara menyapih anak

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Menyapih ASI kerap kali merepotkan bagi sang ibu. Anak jadi rewel dan sang ibu kadang merasakan sakit pada payudara karena ASI nya masih produksi namun tidak diberikan kepada sang bayi.

Berikut beberapa trik bagi sang ibu untuk menyapih ASI :

Ada waktu untuk menyesuaikan diri

Ibu berpedoman pada pemberian ASi Ekslusif selama 6 bulan. Bayi diatas 6 bulan sebetulnya sudah bisa disapih. Disapih bukan berarti lepas memberikan ASI sama sekali namun mengurangi pemberian ASI ibu kepada bayi. ASI tetap menjadi asupan utama tapi bayi juga perlu asupan MPASI untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Untuk itu pemberian ASi kepada bayi dikurangi perlahan-lahan agar bayi dapat beradaptasi bahwa sekarang dia tidak sepenuhnya hanya mengkonsumsi ASI saja, namun sudah ada asupan lainnya.

Konsisten

Disapihnya bayi kadang akan menimbulkan nafsu makannya mungkin akan terganggu, anak menjadi rewel. Dengan kondisi ini ubu sering tidak tega ataupun tidak sabar dan akhirnya kembali memberikan hasil. Tentu saja hal ini akan mengganggu proses penyapihan. Untuk itu ibu harus konsisten, kurangi jam-jam pemberian ASi dan berikan

MPASI yang lebih bervariasi.

Harus Sabar

Harus sabar ya bu… bila anak disapih tentu anak itu sendiri pun merasa tidak nyaman ataupun merasa ada sesuatu yang kurang untuk itu diperlukan pendekatan psikologis terhadap anak dan kesabaran yang tinggi dari sang ibu. Jangan cepat marah dan menyakiti secara fisik hal ini justru akan membuat anak tidak mau makan ataupun minum sama sekali.

Gantikan minum dengan dot

Ini untuk memberikan kemiripan minum melalui puting susu. Namun jangan sampai anak suka ngedot sampai usia 2 tahun. Usahakan usia 2 tahun anak sudah tidak minum dengan dot lagi.


.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar