Google

Memuat...

Sabtu, 01 Agustus 2009

tips meningkatkan kesuburan sperma

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Selalu gunakan celana longgar

Sebuah penelitian di Universitas Milan, Inggris menemukan bahwa pria yang memakai celana ketat hampir dua kali mengalami masalah kesuburan dibandingkan dengan yang memakai celana longgar. Menurut para ahli fertilitas memakai celana lebih longgar akan membantu menjaga testis tetap sejuk sehingga meningkatkan produksi sperma. Cenala jins atau celana ketat membuat testis tertekan pada tubuh, sehingga temperatur testis jadi menghangat. Nah, temperatur hangat inilah yang bisa menurunkan produksi sperma.

Berhentilah merokok dan hindari alkohol

Sejumlah penelitian menemukan bahwa rusaknya membran sperma dan ’malas’-nya sperma untuk ’berenang’ mencapai sel telur banyak disebabkan karena efek negatif rokok. Tak hanya itu, merokok juga dapat merubah DNA sperma sebagai penyebab kecacatan pada bayi. Demikian juga dengan alkohol, minuman ini dapat mempengaruhi produksi sperma, serta dapat menurunkan tingkat testoteron sampai 20 persen.

Cobalah beralih ke produk organik

Untuk membatasi resiko ketidaksuburan, maka para ahli fertilitas di negara-negara besar seperti Amerika dan Australia menyarankan pada para pria untuk beralih pada makanan yang dihasilkan dari bahan organik yang tidak mengadung pestisida. Hal ini karena kandungan pestisida yang telah menumpuk dalam tubuh bisa mempengaruhi tingkat kesuburan pria.


Kompleks, peran pria dalam proses pembuatan bayi. Pria tidak hanya bertugas memproduksi sperma, tapi lebih dari itu sperma harus menuju ke arah yang tepat ke dalam vagina wanita dan rahim. Jika selamat sampai disana, sperma harus cukup kuat untuk berenang ke fallopian tube (pembuluh telur ke kandungan rahim) dan bertemu dengan telur.

Umumnya, proses reproduksi ini berjalan dengan normal. Jika anda menginginkan keturunan, asumsikan bahwa sistem reproduksi anda bekerja dengan baik. Kemungkinan sekali berhubungan seksual bisa berhasil terjadi kehamilan atau harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan keturunan. Untuk itu pasangan suami istri dapat

melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan.

Terjadinya pembuahan membutuhkan sperma yang sehat. Definisi sperma yang sehat adalah bentuk sempurna, lincah dan mempunyai gerakan cepat. Anda membutuhkan paling tidak 20 juta sperma per mililiter dari semen (air mani, cairan yang keluar saat ejakulasi). Jika gerakan sperma pelan atau bentuknya tidak lengkap atau berenang menuju arah yang salah, maka terjadi kesulitan dan kegagalan dalam pembuahan.

Sperma yang diproduksi testis, membutuhkan suhu yang rendah, kondisi yang cocok bagi perkembangan sperma. Suhu dalam tubuh yang normal sebenarnya masih terlalu tinggi bagi sperma untuk berkembang secara normal.

Selama berhubungan seksual, saat ejakulasi penis mengeluarkan air mani. Sperma hanya sebagian kecil porsi dari air mani, tapi dalam sekali ejakulasi, sperma bisa mencapai seperempat miliar sampai 1 miliar. Tiap sperma mempunyai ekor panjang untuk mempermudah gerakan maju ke depan. Walaupun dalam jumlah miliar-an sperma bisa diproduksi, hanya 200 atau kurang yang mampu mencapai telur di fallopian tube. Dan umumnya hanya satu yang akan membuahi telur.

Jika anda menginginkan bayi, dibutuhkan tubuh sehat dan sperma yang memiliki gerakan cepat. Jika anda kesulitan untuk mempunyai keturunan, bisa dicoba tips berikut seperti yang termuat di Mayo Foundation for Medical Education and Research.

Meningkatkan kesuburan

Suhu yang sejuk Untuk memproduksi sperma sehat, suhu testis harus lebih dingin dari suhu normal tubuh. Untuk itulah mengapa buah zakar yang di dalamnya terdapat testis diciptakan menggantung di luar tubuh. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas sperma, hindari sauna/mandi uap atau berendam air panas.

Jangan merokok. Merokok dapat menambah resiko kesuburan dan disfungsi ereksi pada pria. Sperma dari pria perokok yang menghabiskan 1 atau 2 bungkus rokok per hari dapat menyebabkan masalah pernafasan bayi anda. Jika tidak ingin merusak pernafasan bayi anda, sekarang waktu yang tepat untuk berhenti merokok.

Hidup sehat, istirahat cukup dan minimalkan stress. Makan dengan makanan sehat dan pola makan teratur, istirahat cukup dan minimalkan stress akan membantu produksi dari hormon yang mempengaruhi perkembangan sperma dan produksi testosteron di testis.

Alkohol dan obat bius. Alkohol berpengaruh buruk pada kualitas dan kuantitas sperma, mengurangi produksi testosteron dan mempunyai kontribusi pada disfungsi ereksi. Penyalahgunaan obat bius akan mengurangi kerapatan dan kemampuan gerakan sperma serta menambah jumlah sperma yang abnormal. Selain itu menjadi penyebab disfungsi ereksi dan hilangnya libido.

Hindari materi beracun. Hindari kontak dengan racun kimia dan hindari menghirup bau dari zat kimia seperti pestisida, herbisida, cat, pernis kayu, lem, dan logam berat.

Konsultasi dengan dokter resep obat yang diminum. Beberapa resep obat untuk pengobatan suatu penyakit mempunyai efek memperlambat produksi sperma. Konsultasikan dengan dokter sebelum menerima resep obat. Kemoterapi atau terapi radiasi dapat menyebabkan ketidaksuburan temporer atau permanen. Jika anda harus menjalani prosedur ini, konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik.

sumber:internet


.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar