Google

Memuat...

Senin, 03 Agustus 2009

membuat briket arang

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Langkah-langkah untuk membuat briket arang adalah sebagai berikut:

• Potong ujung drum. Balikkan, lalu potong lingkaran kecil, selebar 20 cm, di tengah-tengah tutup ujung yang lain. Pastikan tepiannya yang tajam dilekukkan ke dalam.

• Isi drum dengan daun-daun bambu yang segar, pecahan batang bambu yang tipis (tidak kering), tempurung kelapa dan sabutnya, sekam kopi, sekam padi, dedaunan(daun bambu yang terbaik).

Bakar bahan-bahan tersebut dengan perlahan dan sekali-kali aduk api dengan batang kayu melalui lubang atas drum. Sekali-sekali, cipratkan air untuk memperlambat proses pembakaran. Tambahkan sisa bahan-bahan kalau ada. Ketika semua bahan telah terbakar dan menjadi potongan-potongan arang hitam, matikan api dengan air. Arang hitam akan tertinggal di bawah.

• Buat perekat. Lumatkan beberapa singkong segar dan ambil santannya. Tambahkan air untuk membuat lem/perekat yang kental. Atau, hancurkan batang singkong, taruh dalam ember (tidak termasuk kulitnya) dan campur dengan air. Biarkan campuran mengendap. Campuran itu akan terpisah menjadi air pada atasnya dan perekat berada di bawah. Tuangkan air keluar sehingga yang tertinggal hanya perekatnya.

• Campur arang hitam dengan lem/perekat singkong. (90 sampai 95% arang dan 5 sampai 10% perekat singkong.) Letakkan campuran ini ke dalam cetakan, lalu jemur di bawah sinar matahari sampai kering.



Menggunakan Briket Arang

Briket arang dapat digunakan untuk memasak dengan api terbuka, tungku atau oven tanah liat. Briket arang akan terbakar perlahan-lahan dan menghasilkan panas yang konstan. Mulailah membuat api kecil dengan batang kayu lalu tambahkan briket arang ketika api mulai menyala. Perlahan briket akan terbakar dengan sendirinya. Tambahkan beberapa batang kayu lagi jika Anda perlu meningkatkan panas, dan tambah lagi briket arang jika diperlukan.

http://www.idepfoundation.org/download_files/permakultur/MOD12-teknologitepat.pdf

Cara Lain:

Kaleng bekas biskuit/krupuk yang masih ada tutupnya dan berukuran cukup besar. Potong kecil2 kayunya lalu masukkan kedalam kaleng hingga penuh. Tutup lalu kocok2 agar dapat diketahui apakah masih bisa ditambah kayunya. Balikkan kaleng, buka tutupnya, taruh di tanah. Buat api unggun disekeliling dan diatas kaleng. Biarkan api mati dengan sendirinya, lalu ambil kaleng tsb, balikkan. Sekarang kayu sudah menjadi arang. Berapa lama proses ini, silakan bereksperimen.

Perhatian: tutup harus dibuka agar gas didalam kaleng tidak terakumulasi, yang dapat menyebabkan kaleng pecah atau meledak.

Briket sekam padi:

Pipa besi 4″, P: 120 cm, T: 150 dari tanah sudah termasuk 3 kaki (ukuran tidak mutlak). Lubangi pipa untuk keluarnya asap/panas (kemungkinan lubang harus banyak sekeliling pipa?). Tumpuk sekam yang sudah kering sekeliling pipa. Masukkan bara kedalam pipa. Sesekali percikkan air ke sekam agar jangan sampai terbakar habis. Jika pembakaran sudah 90%, pindahkan pipa ketempat lain, lalu balik2 sekamnya agar proses pengarangan menjadi rata. Perekat tetap menggunakan aci/sari perasan singkong. Arang dicampur aci hingga rata, lalu masukkan kedalam cetakan (bambu, misalnya), dan jemur hingga kering.

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar