Google

Memuat...

Jumat, 12 Juni 2009

Alternatif tambahan untuk investasi

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

detikFinance


Jakarta - Selain di toko-toko khusus penjualan perhiasan, peminat emas kini
bisa membeli langsung logam mulia ini ke produsennya PT Aneka Tambang Tbk.
Perusahaan BUMN ini menawarkan beragam investasi emas mulai 1 gram hingga
jenis batangan yang kiloan.

Investasi emas sangat strategis untuk investasi jangka panjang. Emas juga
dinilai lebih aman ketimbang valas dan saham karena tidak terlalu
fluktuatif. Apalagi harga emas juga cenderung naik karena kebutuhan emas
dunia yang terus meningkat.

Investasi emas juga paling praktis karena bisa dilakukan semua golongan
mulai dari ibu rumah tangga, pekerja bergaji pas-pasan atau profesional
karena emas bisa dibeli mulai dari 1 gram.

Namun investasi emas tidak cocok untuk jangka pendek seperti saham dan
valas karena pergerakannya tidak seatraktif saham atau valas. Kenaikan
harga emas cenderung pelan untuk jangka pendek.

Merespons tingginya animo masyarakat terhadap logam mulia, Antam sejak
beberapa tahun terakhir telah membuka gerai khusus untuk pembeli ritel.

Gerai logam mulia Antam, merupakan salah satu pasar spot emas yang bisa
digolongkan tempat yang tepat untuk melakukan transaksi emas.

"Kami menyediakan berbagai fasilitas transaksi emas," ujar VP Logam Mulia
Antam, Tuti Kustiningsih saat ditemui detikFinance usai RUPS Tahunan Antam
di kantornya, Jakarta, Rabu (27/5/2009).

Tuti mengatakan, gerai logam mulia Antam menerima transaksi emas mulai dari
1 gram hingga kiloan. Secara umum, kategori transaksi emas Antam
digolongkan menjadi dua.

"Pertama, small bar. Kedua, kilo bar," jelas Tuti.

Ia memaparkan, kategori small bar adalah emas yang

memiliki berat mulai
dari 1 gram hingga 100 gram. Sedangkan untuk emas yang memiliki berat mulai
dari 1 kilogram ke atas disebut kilo bar.

"Kami menyediakan komoditas emas batangan sampai perhiasan, seperti cincin,
liontin dan sebagainya. Semua bisa ditransaksikan di gerai kami," ujar
Tuti.

Transaksi emas di gerai Antam menjadi cukup likuid. Rata-rata volume
transaksi emas Antam mulai dari 5-20 kilogram per hari. Nilai transaksinya
sekitar Rp 500 jutaan per hari.

"Itu untuk yang ritel. Kebanyakan pelaku transaksi emas harian di gerai
kami memang ritel. Tapi sekali dua kali seminggu ada juga yang sekali
transaksi mencapai puluhan sampai ratusan kilogram," ujarnya.

Tuti mengatakan, investasi emas cukup diminati karena memang nilai emas
cenderung mengalami kenaikan. Meski demikian, Tuti mengingatkan investasi
emas memiliki karakteristik berbeda dengan investasi pasar modal.

"Investasi di emas jangan seperti investasi saham yang cenderung untuk
jangka pendek. Investasi emas cocok untuk investasi jangka panjang, karena
untuk jangka panjang tren harga emas terus naik," ujar Tuti.

Menurut Tuti, bagi investor yang memiliki karakteristik mengejar marjin
jangka pendek kurang cocok main di komoditas emas.

"Karena untuk jangka pendek, marjinnya tipis. Namun untuk jangka panjang,
investasi emas sangat menarik karena harga cenderung bertahan namun trennya
terus naik," jelas Tuti.

Nah, bagi anda yang tertarik investasi emas di gerai Antam, caranya tidak
sulit. Anda cukup datang dan melakukan transaksi langsung di tempat.

"Langsung datang saja ke gerai kami, langsung bisa transaksi. Nanti akan
mendapat sertifikat London Bullion Market Association (LBMA)," ujar Tuti.

Untuk transaksi tunai, Antam membatasi nilai transaksi maksimal sebesar Rp
50 juta dengan alasan keamanan.

"Maksimal transaksi tunai Rp 50 juta. Ini untuk alasan keamanan. Kalau
transaksi tunai nilainya lebih dari itu, kan secara keamanan lebih
berisiko," jelasnya.

Kendati demikian, Tuti melanjutkan, pelaku transaksi bisa melakukan
transaksi dengan menggunakan kartu debit, kartu kredit atau menggunakan
fasilitas transfer bank untuk pembayarannya.

"Jadi sebenarnya tidak perlu bawa tunai. Bisa transfer juga kok," ujarnya.

Antam kini juga sedang menjajaki melakukan kerjasama memberikan fasilitas
investasi emas dengan beberapa bank seperti Bank Syariah Mandiri, HSBC dan
BRI Syariah.

"Jadi nanti pemilik rekening di bank-bank tersebut bisa langsung mengubah
dananya di rekening masing-masing menjadi emas, tanpa harus datang langsung
ke gerai. Namun ini masih penjajakan," ujarnya.

Gerai emas Antam juga menyediakan fasilitas penitipan emas yang
ditransaksikan. Tujuannya agar pelaku transaksi tidak perlu repot-repot
membawa emas yang akan ditransaksikan di sana.

"Kami punya tempat penyimpanan emas. Misalnya seperti ini, jika seseorang
melakukan pembelian emas di gerai kami untuk tujuan investasi, ia tidak
perlu membawa pulang emasnya, sehingga ketika ia ingin menjual emasnya
karena harga sudah naik, ia bisa melakukan penjualan tanpa perlu membawa
emasnya," papar Tuti.

Tertarik investasi emas di Antam, Anda bisa datang langsung ke:

PT Antam Tbk, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia

Jl. Pemuda - Jl. Raya Bekasi KM.18
Pulogadung, Jakarta 13210
Tel. (62 21) 475 7108
Fax. (62 21) 475 0665

Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Surabaya

Jl. Genteng kali 67 B
Surabaya
Tel. (62 31) 5491868; 5491723
Fax. (62 31) 5357480
(dro/ir)

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar