Selasa, 09 Juni 2009

Haruskah suami menemani saat istri melahirkan?

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Penelitian menunjukkan, calon ibu yang persalinannya didampingi suaminya lebih jarang mengalami depresi pasca-salin (post partum blues) ketimbang mereka yang tidak didampingi. Penelitian lain menyebutkan, kehadiran suami saat persalinan ternyata membuat waktu persalinan jadi lebih singkat.

"Nyeri juga jadi berkurang. Robekan jalan lahir ternyata juga lebih jarang. Jadi, jalan lahir lebih elastis. Bayangkan, perasaan nyaman dan bahagia ternyata punya efek demikian," urai Dr. Sugi Suhandi Iskandar, Sp.OG dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Ya, peran suami saat istri hamil dan melahirkan ternyata tidak bisa diremehkan. Pengaruhnya sangat banyak.

"Bayi yang dilahirkan pun, menurut penelitian, jauh lebih kuat. Nilai APGAR-nya jauh lebih baik. Jadi, keuntungannya sangat banyak," terang Sugi. Suami sendiri, lanjutnya, "Bisa menjadi coach bagi istri. Misalnya, saat istrinya melahirkan, ia bisa memberi pijatan ringan di punggung atau membimbing istrinya bernapas." Dan ternyata, ini sangat membantu proses persalinan.

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar