Rabu, 13 Juli 2011

Tips menghadapi orang sinis

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

HL. Mencken mengatakan bahwa orang yang sinis adalah orang yang bila mencium bau bunga, dia kemudian akan mencari peti mati di sekelilingnya. Demikianlah sifat orang yang selalu mencari sisi hitam dari satu peristiwa. Dia adalah pembunuh kesenangan. Nggak ada senangnya berdekatan dengan orang macam ini.

Apakah Anda sedang memiliki pekerjaan yang baru? Kalau Anda bekerja di perusahaan sinis maka mereka akan memberi tahu Anda betapa perusahaan tersebut tidak mempunyai masa depan. Apakah akhir-akhir ini Anda menempati tempat tinggal baru? Tetangga yang sinis akan memberitahu Anda bahwa orang disitu pada egois, nggak mau kenal sama yang lain, lingkungan rawan banjir, banyak maling dan lain-lain.

Atau Anda sedang mempertimbangan untuk segera menikah dan punya anak? Keluarga yang sini akan dengan senang hati memberi tahu ribetnya pekerjaan rumah tangga yang menyita banyak waktu untuk bersenang-senang. Dan… apakah Anda ingin bahagia? Maka jawabnya adalah usirlah orang-orang yang sinis agar pergi berjalan-jalan dan mengurusi urusan mereka sendiri. Hehehe.

Jack Collis dalam buku Work Smarter Not Harder menyatakan bahwa pada umumnya orang

sinis hanya akan berbeda sedikit saja dengan para idealis yang ingin bebas dari ilusi. Harry Emerick Fosdick memberi nasehat yang bagus, “Perhatikan faktor-faktor apa yang membuat orang menjadi sinis, dan orang akan sering dapat menemukan apa yang menjadi kekurangan mereka.”

Bisa dia mereka sinis karena kalah cantik, kalah tampan, kalah ngetob dan kalah unyu dibanding Anda. So, tetap tatap masa depan. Kalaupun ada anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu. Kalau anjingnya tetap ganggu, terpaksa lempar pakai sepatu

agussiswoyo.net

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar