Google

Memuat...

Minggu, 07 Juni 2009

Tips memilih rumah kontrakan

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Tips memilih rumah kontrakan

1. Carilah tempat kontrakan yang dibayar perbulan
Kontrakan perbulan umumnya memudahkan kita untuk hunting rumah dengan tenang, bulan ke 7 bila Jono sudah mendapatkan rumah baru, dengan tenang dia bisa meninggalkan tempat kontrakannya. Bila Jono memilih kontrakan dengan bayaran tahunan -yang mungkin diatas kertas lebih murah- tapi sebenarnya secara psikologis ini akan mendorong Jono lebih lama lagi berburu rumah.

2. Carilah tempat kontrakan fully furnished
Kontrakan yang sudah dilengkapi dengan barang-barang memungkinkan kita lebih tenang dalam mengalokasikan uang yang telah ada. Kita tidak lagi dipusingkan membeli spring bed, kulkas, mesin cuci. Dan tidak akan dipusingkan memindahkan barang-barang tersebut ke rumah ‘baru’ kita

3. Carilah lokasi terbaik
Banyak orang mengalami ‘trauma’ setelah pernikahannya, apalagi bila infrastruktur belum memadai. Kost AC suami istri di Setiabudi dengan biaya 1 juta perbulan tentunya merupakan lokasi terbaik dibandingkan rumah tiga kamar di Bintaro misalnya dengan biaya 11 juta/tahun, bahkan lebih baik dibandingkan rumah petak kosongan di Pedurenan atau Slipi dengan biaya 1 juta perbulan dilokasi yang bising.

Carilah lokasi terdekat menuju kantor calon istri, biarkan si calon memilih kriteria tempat tinggal idaman yang dia inginkan. Biasanya ada perbedaan cara berpikir pria dan wanita dalam memilih tempat tinggalnya. Bicarakan dengan baik dan temukan solusi yang paling cocok untuk masing-masing pasangan. Ada kalanya pertimbangannya adalah lingkungan sementara dilokasi lain bisa jadi privasi

4. Ikut aturan main
Surat perjanjian kontrak rumah, surat izin RT/RW, setoran kebersihan dan hal-hal prosedural lain seputar rumah- hendaknya disesuaikan dengan aturan main setempat. Ada induk semang yang tertib, ada yang cuek, ada yang mengharuskan tata tertib ini dan itu. Kalau memang sang induk tidak meminta surat perjanjian, saya kira tidak perlu dibuat, tapi kalau memang nilai uangnya besar mungkin perlu dibuat.

http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page?kid=1877&lang=en-us

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar