Google

Memuat...

Minggu, 06 September 2009

Rahasia Brokoli untuk Jantung Sehat

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Brokoli selama ini dikenal baik untuk kesehatan jantung tapi banyak yang tidak tahu alasannya. Para peneliti Inggris telah mengetahui apa yang membuat brokoli bisa menyehatkan jantung.

Para peneliti di Imperial College London telah menemukan bukti zat kimia apa yang terkandung di dalam brokoli dan sayuran berdaun hijau lain sehingga meningkatkan pertahanan alami dan melindungi dari penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan serangan jantung.

Dalam penelitian yang didanai oleh British Heart Foundation, peneliti menemukan bahwa zat sulforaphane yaitu senyawa yang secara alami terkandung di dalam brokoli yang dapat mengaktifkan protein pelindung tidak aktif di bagian arteri yang rentan terhadap penyumbatan.

"Masyarakat tahu bahwa sayuran sangat baik bagi tubuh, tapi sangat mengejutkan mekanisme molekulernya tidak diketahui selama bertahun-tahun," ujar Paul Evans dari National Heart and Lung Institute at Imperial College, seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/9/2009).

Para peneliti sudah mengetahui bahwa banyak yang menyebabkan pembuluh darah

tersumbat, biasanya cabang-cabang dari pembuluh darah ini lebih rentan aliran darahnya terganggu. Hal ini diakibatkan oleh penumpukan lemak yang menjadi penyebab paling popular penyakit jantung.

Evans menambahkan dari penelitian tersebut didapatkan bahwa di beberapa daerah yang rentan tersebut, protein pelindung yang dikenal dengan Nrf2 biasanya tidak aktif. Dan pada orang yang sering mengonsumsi brokoli didapatkan zat kimia sulforaphane lebih aktif pada daerah tersebut.

Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology, bahwa sulforaphane bisa membantu orang untuk lebih menyelamatkan kesehatan jantungnya dengan melindungi pembuluh darah dari penyumbatan.

Karena itu tidak ada salahnya untuk menambahkan sayuran brokoli pada makanan Anda, sehingga membantu mengurangi risiko terkena penyumbatan pembuluh darah yang bisa mengancam hidup seseorang.

detikhealth.com

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar