Google

Memuat...

Minggu, 31 Oktober 2010

Alkohol Tiga Kali Lebih Bahaya dari Heroin

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Vera Farah Bararah

Minuman alkohol memang diketahui berdampak buruk dan berbahaya bagi tubuh. Tapi sebuah penelitian mengungkapkan bahwa alkohol tiga kali lebih berbahaya dibandingkan dengan heroin.

Penelitian ini dilakukan oleh Profesor David Nutt, seorang mantan kepala penasehat obat Inggris dan rekannya. Ia memberikan peringkat terhadap 20 jenis obat dengan melakukan 16 pengukuran.

Masing-masing obat dilihat bahaya dan kerugiannya termasuk kerusakan mental dan fisik, kecanduan, kejahatan, biaya ekonomi serta dampaknya bagi si pengguna dan juga masyarakat luas.

Hasil penilaian ini menyimpulkan bahwa heroin dan methylamphetamine adalah obat yang paling berbahaya bagi individu, tetapi alkohol, heroin dan kokain adalah obat yang paling merugikan untuk orang lain. Namun ketika nilai untuk kedua jenis bahaya tersebut ditambahkan, maka alkohol muncul sebagai obat yang paling berbahaya dan

diikuti oleh heroin.

Berdasarkan sistem baru yang lebih kompleks didapatkan alkohol memiliki peringkat 3 kali lebih berbahaya dibandingkan dengan kokain atau tembakau, sementara ekstasi menyebabkan seperdelapan bahaya dari alkohol.

"Hasil ini sesuai dengan kesimpulan laporan ahli sebelumnya bahwa alkohol adalah target merugikan yang agresif sehingga diperlukan strategi kesehatan yang valid bagi publik," ujar Prof Nutt, seperti dikutip dari BBCNews, Senin (1/11/2010).

Prof Nutt menuturkan jika dilihat dari risiko bahaya secara keseluruhan, maka alkohol dan heroin jelas lebih berbahaya dibandingkan dengan jenis obat-obatan lainnya. Tapi faktor kuantitas atau jumlah dari obat tersebut yang dikonsumsi juga berpengaruh.

Namun hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis Lancet ini tidak memeriksa kerugian yang diterima jika si pengguna menggunakan lebih dari satu obat pada suatu waktu.





(ver/ir)
detikhealth.com

.::Artikel Menarik Lainnya::.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar