Rabu, 25 November 2009

Kapan Si Kecil Sebaiknya Dibawa ke Dokter?

Sering, kan, kita dengar "nasehat gratis" yang mengatakan tak perlu segera membawa si kecil ke dokter begitu dia memperlihatkan gejala sakit. Katanya, toh, cukup diatasi dengan memberikan persediaan obat yang ada, semisal obat penurun panas. Jika 2-3 hari kemudian tak kunjung membaik, barulah perlu dibawa ke dokter. Benarkah pendapat semacam itu?

Dr. Asti Praborini, SpA ternyata tak sependapat. Setidaknya saran tersebut tidak berlaku setiap saat. Melainkan harus dengan mempertimbangkan usia anak, kondisinya, lokasi tempat tinggal maupun jarak tempuh ke dokter atau RS terdekat. Jika tinggal di kota besar, tentu tak ada salahnya segera memeriksakan si kecil begitu ia jatuh sakit tanpa harus ditunda-tunda. Terlebih lagi jika usia anak masih belum genap setahun.

Apa pun jenis penyakitnya, entah mencret, panas atau mengalami trauma/kecelakaan, sesegera mungkin larikan ke dokter. "Berdasarkan pengalaman sebagai dokter, ternyata tidak sedikit anak yang terpaksa dirawat di ICU dalam keadaan gawat hanya gara-gara tak segera dibawa ke dokter. Jadi, kalau mau belajar dari pengalaman, memang buat apa, sih, kita memelihara penyakit?" tandas Asti pula.

"Ritme" Unik

Menurut Asti, kewaspadaan semacam ini perlu mengingat ada penyakit yang memiliki
"ritme" unik. Artinya, hari ini anak terlihat sakit, sementara esok harinya sudah tampak bugar meski sebenarnya si virus masih "on". Asti pun lantas mengibaratkan pola penyakit seperti ini dengan banjir yang sering melanda Jakarta. "Hujan deras sebentar saja selalu diikuti banjir yang tiba-tiba akan surut dengan sendirinya. Kelihatannya seakan-akan banjir sudah 'lewat', padahal sewaktu-waktu bisa muncul lagi karena akar permasalahannya belum dituntaskan," ujar spesialis anak dari RS MH Thamrin Internasional, Jakarta ini.

Begitu juga dengan kondisi penyakit anak. Terkadang penyakitnya tampak sudah mereda, padahal justru dalam fase berbahaya. Pada penyakit demam berdarah, contohnya, ada fase tertentu yang kerap mengecoh orang tua. Tepatnya beberapa hari kemudian saat pasien sudah tak mengalami panas tinggi. Padahal demam pada penyakit yang umumnya mewabah pada pergantian musim ini memiliki "ritme" unik. Pasien mengalami demam selama 2 hari, tapi memasuki hari ketiga, temperatur tubuhnya menurun. Tak heran bila dilihat dari kacamata awam, penyakitnya dianggap sudah membaik. "Padahal yang terjadi si virus malah sedang giat-giatnya 'bekerja'."

Begitu juga dengan penyakit tifus. Ada fase dimana pasien terlihat sehat, padahal sebetulnya masih termasuk kategori gawat. Soalnya, pola penyakit yang juga dikenal sebagai demam tifoid ini memang cukup membingungkan. Demam yang dialami penderita biasanya hanya terjadi di malam hari. Sedangkan di siang hari, penderita terlihat sehat, hingga bisa beraktivitas seperti biasa. "Nah, ini yang sering membuat orang tua menyangka anaknya sudah sembuh."

Jangan Ambil Risiko

Berdasarkan alasan-alasan itulah Asti menyarankan agar orang tua tidak menunda membawa anaknya ke dokter. Intinya, jangan menunggu sampai kondisi anak bertambah parah. Sementara daya tahan tubuh anak, kan, masih relatif lemah jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Penundaan semacam itu, tandas Asti, sebaiknya tidak diberlakukan bagi balita, terlebih bayi. Meski memang, sih, kadang keluhan batuk atau demam si kecil bisa reda dengan pemberian obat-obatan yang dijual bebas. Menurut Asti, boleh saja sepanjang penyakit yang menyerang anak adalah infeksi biasa. Yang dikhawatirkan adalah jika gejala-gejala seperti panas, batuk ataupun mencret mengarah pada suatu penyakit yang serius. "Padahal, serius atau tidaknya suatu penyakit, kan, hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan dokter yang memang kompeten menangani penyakit tersebut."

Tentu saja tidak berarti orang tua lantas perlu berkesimpulan bahwa batuk, mencret atau demam yang dialami si kecil selalu mengarah pada penyakit yang berbahaya. Berdasarkan pengalamannya, Asti mengatakan 50 persen demam yang dialami anak, tidak menunjukkan/mengarah pada penyakit yang serius. Akan tetapi 50 persen sisanya memang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Yang justru mengherankan Asti, tak jarang orang tua bertindak salah kaprah. Maksudnya, ketika batuk, pilek dan demam anak tak kunjung sembuh, orang tua tak segan-segan memeriksakan anaknya ke dokter. Namun jika anaknya mengalami penyakit yang tergolong serius, seperti tumor, leukemia dan sejenisnya, orang tua malah acap memutuskan tidak ke dokter. "Mereka justru memilih membawa anaknya ke pengobatan alternatif. Ujung-ujungnya, penanganan jadi sering terlambat dan muncul berbagai mitos ataupun anggapan keliru. Semisal anggapan bahwa kanker tak bisa disembuhkan. Padahal kalau terdeteksi sejak dini dan diberi pengobatan yang baik, kanker bisa, kok, disembuhkan." (Faras Handayani/Tabloid Nakita)



Editor: acandra
kompas

baca selanjutnya »»

Bila Anak Diare

Diare termasuk dalam penyakit "langganan" anak-anak. Hampir setiap anak pernah mengalaminya, namun tidak sedikit yang meremehkan penyakit ini. Padahal, kenyataannya diare itu bisa mematikan.

Data dari Departemen Kesehatan Indonesia menunjukkan, dari 1.000 bayi yang lahir, 50 di antaranya meninggal karena diare. Penyakit ini telah menjadi penyebab kematian balita teratas setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut.

Diare bukan sembarang sakit perut. Penyakit ini menyerang anak-anak karena mengonsumsi air minum yang terkontaminasi bakteri E.coli, salmonella, rotavirus, atau adenovirus. Gejala umum penyakit diare ditandai rasa mulas dan buang air besar (BAB) dengan tinja encer lebih dari empat kali sehari. Kondisi penderita diare bisa lebih parah jika cairan tubuh juga terbuang melalui mulut (muntah).

Penanganan utama penyakit diare adalah mengganti cairan tubuh yang hilang. Kekurangan cairan bisa mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh. Bila dibiarkan, lama-kelamaan organ tubuh tak berfungsi baik sehingga bisa menyebabkan kematian.

Jika diare hanya disertai BAB, untuk penggantian cairan tubuh segeralah minum
oralit. Oralit adalah larutan yang mengandung elektrolit, asam basa, dan kalori. Ketiga komponen ini terkandung dalam cairan tubuh yang terbuang saat diare.

Pada kasus diare disertai muntah, penggantian cairan tubuh harus diberikan lewat infus. Pasalnya, minuman apa pun yang diberikan kepada penderita, pasti dimuntahkan lagi. Kalau penderita bisa minum, berilah cairan sedikit demi sedikit agar tak memicu mual.

Pada bayi yang terserang diare, pemberian air susu ibu (ASI) harus diberikan sebanyak-banyaknya sebelum Anda memberikan oralit. ASI membantu penyembuhan diare dan menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Sedangkan pada bayi yang minum susu formula, pemberian susu bisa tetap dilakukan dengan catatan tak terjadi intoleransi terhadap susu tersebut. Pada beberapa kasus, bayi tak bisa menolerir susu sapi yang diberikan. Oleh karena itu, pemberian susu sapi bisa digantikan dengan susu kedelai atau susu sapi bebas laktosa.

Pencegahan
Diare memang berbahaya, tapi penyakit ini bisa dicegah. Kunci utama pencegahan diare adalah disiplin menerapkan perilaku bersih. Biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah menggunakan toilet, setelah membersihkan anak, serta sebelum menangani makanan.

Orangtua wajib mengajari anak dan balita selalu mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari kamar kecil. Bila perlu, mintalah si kecil untuk tidak menggunakan alat makan bersama anak lain serta tidak sembarangan jajan di sekolah. Penanganan makanan yang tidak benar juga menjadi penyebab diare. Cuci sayur atau bahan makanan lain dengan air bersih agar tidak terkontaminasi bakteri.

AN

Editor: acandra
Sumber : healthdaynews


baca selanjutnya »»

Rahasia Merangsang Otak si Kecil

Lingkungan tempat di mana bayi dibesarkan sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Pada tahun pertama dalam kehidupan bayi, sistem otak mulai terbentuk dengan cepat. Aktivitas otak sudah mulai membentuk hubungan elektrik sangat kecil yang disebut sinapses. Sejumlah rangsangan yang diterima bayi secara langsung mempengaruhi pembentukan sinapses ini.

Rangsangan yang senantiasa berulang akan menguatkan hubungan-hubungan tersebut dan membuatnya menjadi permanen, sementara rangsangan lain yang tidak banyak berulang lama-lama akan hilang. Dengan demikian tahun pertama itu merupakan saat yang paling penting bagi perkembangan otak bayi.

Periode ini (perkembangan otak dan pembentukan jaringan kerja otak) merupakan periode intensif yang hanya terjadi sekali dalam seluruh kehidupan seseorang. Sebagai orangtua, tentu Anda tak ingin melewatkan kesempatan emas yang sangat singkat ini, bukan? Nah supaya perkembangan otak anak Anda menjadi optimal, berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan ;

1. Cinta. Cinta dan perhatian merupakan kebutuhan riil pertama. Bayi Anda tidak pernah mengatur atau memanipulasi Anda. Dia sangat butuh cinta mesra Anda. Cinta Anda yang tidak terbatas memperkuat penghargaan diri dan meningkatkan perkembangan sirkuit otak bayi Anda.

2. Bicaralah pada bayi Anda sesering, selembut mungkin dengan kasanah kata sebanyak
mungkin, serta berbagai ekspresi. Suara Anda adalah suara favorit bayi Anda, sebab dia sudah mulai mendengarnya sejak ada di kandungan.

3. Jawab permintaan bayi Anda (misalnya mencoba memahami tangisan bayi Anda) tanpa ragu-ragu. Hal ini akan mengajarkan pada bayi Anda untuk berani berkomunikasi dengan orang lain, dan memberi stabilitas emosi dan kepercayaan yang tinggi untuk dia.

4. Sentuh bayi Anda. Para ahli menemukan bahwa bayi prematur yang dibelai akan tumbuh lebih cepat, sedikit menangis, dan akan segera diperbolehkan pulang dari rumahsakit daripada yang tidak dibelai.

5. Ekspresi yang positif. Bayi Anda akan hafal dan paham betul suara, ekspresi wajah, dan gerak Anda. Maka buatlah dia kenal ekspresi dan suara yang positif.

6. Biarkan bayi Anda mengalami lingkungan yang berbeda; ajak jalan-jalan, tunjukkan hal-hal yang menarik di sekitar lingkungan Anda.

7. Biarkan Bayi Anda mengenali berbagai tekstur dan temperatur (tentu jangan terlalu dingin, panas, atau keras). Sediakan lingkungan yang aman bagi eksplorasi bayi, karena pengenalan yang dilakukannya memang butuh waktu.

8. Bacakan buku-buku. Walaupun bayi Anda belum bisa mengikuti atau membaca, namun gambar-gambar dan suara Anda baik buat dia.

9. Mainkan musik atau biarkan bayi Anda mendengarkan musik seperti musik klasik (Mozart misalnya). Penelitian membuktikan bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan neuron-neuron otak bayi.

10. Ketika Anda frustrasi karena bayi Anda menjatuhkan susu ke lantai, ingatlah bahwa dia melakukan itu karena sedang mencoba mengenali dunia.@



Editor: acandra
kompas


baca selanjutnya »»

Masih Perlukah Mengonsumsi Suplemen?

Berbagai macam suplemen seperti vitamin C, vitamin E maupun yang mengandung mineral lain marak dijual. Seberapa penting konsumsi suplemen bagi tubuh yang diklaim bisa mempertahankan stamina tubuh?

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa vitamin, mineral, asam lemak esensial dan bioflavonoid bisa melindungi tubuh dari penyakit degeneratif (diabetes, penyakit jantung, kanker, arthritis, gangguan imunitas hingga penyakit Alzheimer) serta penyakit karena gangguan perkembangan (berat lahir rendah, gangguan saraf dan perkembangan mata).

Namun menurut para ahli vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya tidak akan memberikan manfaat apapun jika seseorang sudah memiliki pola hidup seimbang dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Sejak pertama kali suplemen ini ditemukan pada awal abad 20, ahli gizi telah mengungkapkan bahwa seseorang tidak perlu mengonsumsi suplemen jika memiliki pola makan seimbang.

Dalam hal ini pola makan mengandung karbohidrat yang diproses, buah dan sayuran segar, susu dan produk susu, daging, ikan dan telur, kacang-kacangan, lemak tunggal tak jenuh dan minyak. Jika banyak mengonsumsi makanan ini mungkin seseorang tidak butuh suplemen.

Namun ada beberapa kelompok orang yang tidak bisa mengonsumsi makanan secara seimbang sehingga membutuhkan tambahan suplemen, yaitu seperti dikutip dari Health24, Kamis (26/11/2009):

1. Orang dengan diet tertentu. Orang yang hanya mengonsumsi makanan tertentu saja
seperti hanya makan sayuran dan buah tentu akan kekurangan zat besi, zink dan vitamin B12.

2. Memiliki masalah dengan pola makan. Orang dengan pola makan tidak normal seperti anoreksia atau bulimia tentu membutuhkan zat gizi tambahan agar bisa bertahan hidup.

3. Alergi makanan tertentu. Jika orang sensitif atau alergi terhadap suatu jenis makanan maka harus menghindari makanan tersebut. Seperti orang yang alergi susu, cenderung akan kekurangan kalsium dan vitamin B yang harus diseimbangkan dengan suplemen.

4. Mengonsumsi obat penyakit kronis. Orang yang menderita suatu penyakit kronis dan harus teratur mengonsumsi obat, biasanya akan terganggu asupan zat gizi mikronya.

5. Gangguan pencernaan. Orang yang terhambat pencernaannya sehingga mengganggu penyerapan makanan dapat mengalami kekurangan suatu zat dalam tubuhnya. Ini bisa dibantu dengan tambahan suplemen dari luar.

6. Kelompok dengan kebutuhan gizi khusus. Anak-anak, ibu hamil dan menyusui serta orangtua biasanya memiliki pola konsumsi makanan yang tidak seimbang, seperti akibat ingin menurunkan berat badan atau yang lainnya.

Tapi jika Anda merasa sudah memiliki pola makan yang seimbang, maka suplemen tidak terlalu dibutuhkan. Namun, jika salah satu zat gizi tidak terpenuhi, mungkin sudah saatnya Anda mengonsumsi salah satu suplemen untuk melengkapinya. Pilihlah suplemen dengan kadar yang sesuai kebutuhan dan jangan yang memiliki kadar terlalu tinggi.


detik.com


baca selanjutnya »»

Selasa, 24 November 2009

Sedekah Menaungi Pemiliknya Di Hari Kiamat

Seorang muslim senantiasa khawatir akan nasibnya kelak di hari Kiamat atau hari Berbangkit. Sebab ia faham bahwa pada hari itu umat manusia bakal dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar sedangkan matahari berada sangat dekat dari kepala setiap orang. Maka ketika itu setiap orang sangat ingin agar dirinya bisa bernaung di bawah suatu tempat bernaung agar dapat terhindar dari panasnya sengatan matahari. Alhamdulillah, Nabi Muhammad memberitahu kepada kita ummatnya, ilmu mengenai apa saja perbuatan yang bila dikerjakan selagi hidup di dunia yang fana ini, dapat menyebabkan hadirnya naungan di hari Kiamat. Oleh sebab itu seorang muslim-mukmin yang cerdas pasti bersemangat mencari tahu perbuatan apakah gerangan itu. Seorang muslim cerdas sangat peduli dengan apa-apa yang memastikan dirinya selamat dan sukses dalam kehidupan di alam abadi akhirat, sesudah ia meninggalkan dunia fana. Bahkan lebih jauh daripada itu, seorang mukmin pasti berusaha sekuat tenaga mengamalkan ilmu tersebut agar janji yang ada bersamanya menjadi kenyataan kelak di hari tidak ada naungan kecuali naungan yang datang dengan izin dan ridho Allah. Itulah sebabnya seorang muslim tidak akan pernah puas mendalami sekedar ilmu yang sebatas demi kepentingannya hidup di dunia fana ini. Ia pasti akan getol memperluas wawasan ilmunya hingga mencakup perkara sesudah kematiannya. Demikianlah permohonannya kepada Allah:

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
”Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia pusat perhatianku dan batas
pengetahuanku.” (HR Tirmidzi)

Seorang beriman sangat faham bahwa bila ia hanya memiliki pengetahuan yang bermanfaat sebatas untuk kepentingan dan kemaslahatan hidupnya di dunia belaka, maka itu tidaklah terlalu startegis. Maka iapun mencari tahu apa saja pengetahuan yang menyebabkan dirinya mengerti hal-hal yang bakal dialaminya setelah kehidupannya di dunia. Dan semua ilmu tersebut hanya mungkin ia dapatkan berdasarkan informasi dari Allah dan RasulNya semata. Sebab semua ilmu yang melewati batas dunia termasuk ilmu mengenai hal-hal yang ghaib. Dan itu tidak bisa diketahui kecuali bila datang dari Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun nyata. Bahkan Nabi Muhammad tidak akan bisa menjelaskannya kecuali karena beliau sendiri telah diberitahu Allah. Di antara keterangan Rasulullah ialah hadits yang menyatakan bahwa naungan orang beriman di hari Kiamat sangat terkait dengan kebiasaannya mengeluarkan sedekah sewaktu hidupnya di dunia. Ketika di padang Mahsyar setiap orang menunggu giliran dirinya diadili serta timbangan kebaikan dan keburukannya diperhitungkan, maka semua orang bakal merasakan panasnya matahari di atas kepala masing-masing. Namun orang-orang yang bersedekah bakal memperoleh naungan dari matahari karena sedekahnya itu hingga hukuman alias vonis ditetapkan di antara manusia.

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :
كُلُّ امْرِئٍ فِي ظلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَاسِ ، أو قال :
حَتَّى يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ قال يزيد :
فَكَانَ أَبُو الخَيْرِ لَا يُخْطِئُهُ يَومٌ إلَّا تَصَدَّقَ مِنْهُ بِشَيْءٍ ،
أَوْ كَعْكَةً أَوْ بَصَلَةً أوْ كَذا
“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari Kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.” (HR Al-Baihaqi – Al-Hakim – Ibnu Khuzaimah)

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad Nabi Muhammad dengan jelas dan tegas menyatakan sebagai berikut:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ظِلُّ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَدَقَتُهُ
Bersabda Rasulullah saw: “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)

Saudaraku, marilah kita rajin bersedekah agar memperoleh naungan di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Sungguh beruntung orang beriman yang melazimkan dirinya setiap hari mengeluarkan sedekah sebagai bentuk investasi cerdas untuk melindungi dirinya di hari yang sungguh sangat menyulitkan dan menakutkan kebanyakan manusia. Seperti yang dikatakan oleh periwayat hadits di atas yakni Yazid: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.” Dan ketahuilah saudaraku, jangan pernah memandang remeh pemberian yang engkau keluarkan. Sebab bukan banyaknya sedekah yang menyebabkan naungan di hari Kiamat. Melainkan keikhlasan kitalah yang menyebabkannya. Sehingga dalam hadits lainnya Nabi bahkan bersabda sebagai berikut:

قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ
مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah kamu meremehkan sedikitpun perbuatan ma’ruf, sekalipun
kamu sekedar menemui saudaramu dengan wajah berseri.” (HR Muslim)

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمِسْكِينَ لَيَقُومُ عَلَى بَابِي فَمَا أَجِدُ لَهُ شَيْئًا
أُعْطِيهِ إِيَّاهُ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ لَمْ تَجِدِي شَيْئًا
تُعْطِينَهُ إِيَّاهُ إِلَّا ظِلْفًا مُحْرَقًا فَادْفَعِيهِ إِلَيْهِ فِي يَدِهِ
“Ya Rasulullah, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu. Sesungguhnya seorang miskin berdiri di depan pintu rumahku, maka aku tidak menemukan sesuatu yang bisa aku berikan kepadanya.” Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: ”Jika kamu tidak menemukan sesuatu yang bisa kamu berikan kepadanya selain kuku binatang yang dibakar, maka serahkanlah kepadanya di tangannya.” (HR Tirmidzi)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan serta sikap pengecut dan kebakhilan.” (HR Muslim)

Oleh:Ihsan Tadnjung
http://sadeanku.wordpress.com

baca selanjutnya »»

Berqurban

“Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

Risalah Qurban
Qurban adalah suatu amalan yang disyariatkan Islam pada tahun kedua hijriyah berdasarkan dalil al-Quran, hadits, dan ijma’. Al-Quran mensyari’atkannya melalui surat Al-Kautsar (QS. 108:1-2). Adapun hukum berqurban sebagaimana jumhur (mayoritas ulama) selain Abu Hanifah adalah sunnah muakkadah artinya sunnah yang sangat dianjurkan. Dalil sunnahnya adalah hadits Nabi SAW. : “Tiga hal yang merupakan kewajiban atasku dan sunnah atas kalian adalah shalat witr, nahr (qurban) dan shala dhuha.” (HR. Ahmad, Hakim, dan Daruquthni) Imam at-Turmudzi meriwayatkan sabda Nabi: “Saya diperintahkan untuk melakukan qurban dan ia merupakan sunnah bagi kalian.“ Dalil yang menegaskan anjuran sunnah ini sehingga menjadi muakkadah adalah hadits Nabi SAW: “Barangsiapa yang memiliki kelonggaran dan tidak mau berqurban maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Keutamaan berqurban

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
(QS Al-Kautsar: 1-2) Berqurban merupakan amalan yang paling dicintai ALLAH SWT pada saat Idul Adha. Sabda Nabi SAW: “Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai ALLAH selain menyembelih qurban.” (HR. Tirmidzi) Berdasarkan hadits itu Imam Ahmad bin Hambal, Abu Zanad, dan Ibnu Taimiyah berpendapat, “Menyembelih hewan pada hari raya qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)

Manfaat berqurban
1. Menghidupkan sunnah Nabi ALLAH, Ibrahim a.s.,
2. Mendidik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada ALLAH.
3. Mengikis sifat tamak dan mewujudkan sifat murah hatu dan berjihad dijalan ALLAH.
4. Menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan ALLAH.
5. Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia.



http://sadeanku.wordpress.com/2009/11/04/bahagianya-berqurban/
baca selanjutnya »»

Senin, 23 November 2009

7 Mitos yang Bikin Orang Takut Menikah

Banyak orang yang ragu melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Ketakutan akan stres, ketidakbahagiaan dan kekerasan rumah tangga menjadi mitos yang selama ini membuat pernikahan ditakuti. Namun sebelum percaya akan mitos itu, sebaiknya tengok dulu faktanya.

Seperti dikutip dari Discovery Health, Senin (23/11/2009), ada beberapa mitos yang biasa muncul tentang pernikahan. Survei terbaru yang dibuat oleh U.S. Census mencoba meluruskan mitos keliru tentang pernikahan.

1. Orang menikah memiliki tingkat kepuasan seks yang rendah dibanding orang lajang
Beberapa studi sudah membuktikan bahwa orang yang sudah menikah punya kehidupan seks yang lebih baik dibanding orang yang belum menikah. Tidak hanya karena lebih sering, tapi karena lebih menikmatinya baik secara fisik maupun emosi.

2. Menikah membuat wanita berisiko mengalami kekerasan fisik
Banyak orang mengira bahwa pernikahan adalah bentuk legal dalam memukul. Padahal, orang yang berhubungan sebelum menikah lebih banyak yang mengalami kekerasan. Namun ada baiknya wanita mengetahui sifat buruk pria yang akan dinikahinya, siapa tahu ia memang hobi melakukan kekerasan.

3. Pasangan yang pernah tinggal bersama sebelum menikah akan lebih langgeng

Kenyataannya justru sebaliknya. Banyak studi yang menyebutkan bahwa pasangan yang tinggal bersama sebelum menikah justru punya risiko berpisah yang cukup besar. Salah satu alasannya adalah mereka yang sudah lama berpasangan malu berkomitmen dan lebih memilih berhenti ketika masalah muncul. Mereka juga cenderung sudah bosan karena tidak ada hal baru yang ditemukan setelah menikah.

4. Semakin tinggi pendidikan wanita, semakin rendah kesempatannya untuk menikah
Studi terkini menyimpulkan bahwa wanita yang sedang menempuh kuliah dan pendidikan lanjut lainnya justru lebih banyak yang menikah dibanding teman-temannya yang tidak kuliah. Hal ini memang berbeda dengan fakta sebelumnya di zaman dulu, dimana semakin tinggi tingkat pendidikan wanita, semakin susah mencari jodoh.

5. Kunci dari pernikahan awet adalah cinta yang romantis
Tidak hanya itu, yang terpenting jika ingin punya hubungan pernikahan awet dan langgeng adalah komitmen dan loyalitas. Pasangan yang menerapkan 2 hal itu selalu berusaha keras dan mendedikasikan dirinya serta berkomitmen untuk saling membahagiakan satu sama lain. Pasangan yang paling bahagia adalah pasangan yang menjalin hubungan bagai 2 orang sahabat yang saling berbagi suka dan duka.

6. Punya anak akan membuat pasangan lebih dekat dan lebih bahagia
Peneliti justru menemukan fakta bahwa kehadiran anak pertama dalam pernikahan mendoroang suami dan istri menjadi terpisah dan stres. Meski demikian, pasangan yang punya anak punya risiko bercerai yang lebih rendah dibanding pasangan tanpa anak.

7. Pernikahan lebih banyak menguntungkan pria daripada wanita
Berbeda dengan studi sebelumnya yang mengatakan demikian, peneliti justru melihat tingkat kebahagiaan pria dan wanita setelah menikah hampir sama. Keduanya bisa hidup lebih lama, sehat dan bahagia. Tapi biasanya setelah menikah, pria mendapat keuntungan sehat sedangkan wanita mendapat keuntungan materi.

detik.com


baca selanjutnya »»