Rabu, 05 Agustus 2009

Asap cair dari pembakaran tempurung kelapa

Share Berbagilah kebaikan dengan mensharing artikel ini melalui FB anda.

Pengkajian asap cair dari pembakaran tempurung kelapa, sebagai disinfektan, insektisida, alternatif penganti formalin terus dilakukan lembaga pendidikan di Indonesia sebagai kontribusi terhadap masyarakat.

Distilat asap tempurung kelapa memiliki kemampuan mengawetkan bahan makanan karena adanya senyawa asam, fenolat dan karbonil. Kami sedang melakukan kajian kemungkinan penggunaan asap cair untuk pengawetan daging, ikan, mie dan bakso (Sugiyono, 2006). Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku asap cair antara lain kayu bakau, rasa mala, serbuk, serutan kayu jati, tempurung kelapa dan daun tembakau (Tranggono dkk, 1997).

Distilat asap tempurung kelapa juga bisa diaplikasikan dalam penanganan pascapanen hortikultura sebagai disinfektan dalam prosedur karantina produk ekspor. Setelah pelarangan etilen dibromida untuk proses disinfekstasi hama/penyakit oleh USDA sejak tahun 1984, satu-satunya prosedur karantina menggunakan perlakuan panas (heat treatmen). Di pasar internasional, agar produk segar buah-buahan bisa diterima, penerapan prosedur karantina mutlak diperlukan, untuk menjamin buah-buahan atau sayuran dari serangan hama/penyakit. Selain itu distilat asap tempurung kelapa juga bisa diaplikasikan sebagai insektisda pada sayuran (Rokhani Hasbullah, 2006).


Distilat asap cair merupakan bahan alami dari asap tempurung kelapa yang diendapkan,

diredistilasi (pemurnian) untuk menghilangkan tar dan partikel-partikel endapan. Distilat asap atau asap cair tempurung mengandung lebih dari 400 komponen dan memiliki fungsi sebagai penghambat perkembangan bakteri dan cukup aman sebagai pengawet alami. Cara memproduksi asap cair tempurung kelapa dikeringkan agar kadar airnya konsisten, kemudian dibakar dalam perapian dengan pengontrolan oksigen, waktu dan suhu. Asap kemudian dikondesikan (disublimkan) melalui suatu kondensor dengan menggunakan media air sebagai pendingin. Produk kasar ini didiamkan dalam tangki stainless steel selama kurang lebih 10 hari untuk mengendapkan komponen larut melalui distilasi multi tahap (Tranggono dkk, 1997).


fufoe.wordpress

.::Artikel Menarik Lainnya::.

1 komentar: